Jakarta, PR Politik – Pengurus Bidang Kepemudaan DPP PKS Departemen Rekrutmen Pemuda Politik, Izzuddin Hamas, menekankan bahwa kepemimpinan generasi muda tidak sekadar berfokus pada kemampuan berbicara atau mengarahkan orang lain, melainkan sebuah proses mendalam dalam membangun pondasi diri.
Hakekat Kepemimpinan Pemuda Sebagai Perjalanan Diri dan Amanah
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam forum Indonesia Muda Bicara bertajuk “The Youth, Upside Down” yang diselenggarakan oleh Bidang Kepemudaan DPP PKS pada Ahad (27/9) bertempat di Aula Kantor DPTP PKS, Jakarta.
Ia menguraikan bahwa kepemimpinan sejati berakar dari kesadaran internal sebelum mewujud dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.
“Setiap fase sejarah itu selalu ada peran pemuda,” ujarnya dalam pemaparannya.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa kepemimpinan merupakan inward and outward journey, yaitu perjalanan ke dalam diri sendiri sekaligus perjalanan ke luar. Semakin kokoh seseorang membangun karakter dan pondasi dirinya, semakin kuat pula struktur kepemimpinannya dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Inspirasi Peran Pemuda Dalam Sejarah dan Tuntunan Agama
Dalam kesempatan tersebut, ia menggambarkan peran strategis pemuda dengan merujuk pada kisah-kisah mulia dalam Al-Qur’an. Ia mencontohkan sosok Nabi Ismail AS yang setia membantu Nabi Ibrahim AS membangun Ka’bah, serta Yusya’ bin Nun yang senantiasa mendampingi Perjuangan Nabi Musa AS. Meski pada awalnya tidak memegang peran utama, keduanya terbukti menjadi pilar penerus risalah perjuangan.
Dua Peran Utama dan Tanggung Jawab Kepemimpinan
Ia menegaskan bahwa setiap Muslim mengemban dua kapasitas utama dalam kehidupan, yaitu sebagai hamba Allah dan sebagai khalifah di muka bumi. Peran sebagai hamba bersifat melekat sepanjang usia, sedangkan peran sebagai khalifah merupakan amanah kepemimpinan yang dipergilirkan oleh Allah SWT.
“Yang harus tertanam dalam diri kita, kepemimpinan itu adalah punya Allah. Menurut saya ini menjadi dua mata pisau. Ketika kita menjalankan amanah dengan baik kita akan amanah, sementara kalau tidak kita akan khianat,” tegasnya.
Kualitas Penghambaan Kunci Keberhasilan Pemimpin
Menutup penyampaiannya, ia mengingatkan bahwa setiap bentuk tanggung jawab kepemimpinan merupakan ujian yang wajib ditunaikan dengan integritas tinggi. Kepemimpinan yang kokoh dan berdampak positif bagi banyak orang dipastikan selalu berawal dari kualitas hubungan serta penghambaan yang baik kepada Allah SWT.
sumber : PKS















