Kemensos Salurkan Bantuan dan Dirikan Dapur Umum untuk Korban Gempa Poso

Jakarta, PR Politik – Kementerian Sosial (Kemensos) segera mengirimkan bantuan logistik, mendirikan tenda serbaguna, dan dapur umum untuk para korban gempa bumi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Bantuan ini disalurkan langsung dari Gudang Sentra Nipotowe Palu.

Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos, Masryani Mansyur, menjelaskan bahwa tindakan cepat ini merupakan arahan langsung dari Menteri Sosial.

“Atas arahan Pak Mensos, kami langsung bergerak, menyalurkan bantuan yang dibutuhkan seperti kasur, selimut, paket family kit, paket perlengkapan anak, tenda gulung, hingga tenda keluarga dan tenda serbaguna. Bantuan ini diutamakan untuk memastikan keselamatan, dan kenyamanan, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan,” ujar Masryani di Jakarta, Senin malam.

Gempa berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah darat sekitar 70 kilometer barat daya Poso pada Kamis malam (24/7) pukul 20.06 WITA. Rentetan gempa susulan pascagempa utama memaksa 943 kepala keluarga atau total 3.772 jiwa mengungsi, dengan rincian 1.963 jiwa dari Kecamatan Pamona Selatan dan 1.809 jiwa dari Kecamatan Pamona Tenggara.

Beberapa titik pengungsian terpusat telah didirikan di desa-desa terdampak, meliputi:

  • Halaman Gereja Damai Tindoli: 40 kepala keluarga (KK) / 167 jiwa
  • Lapangan Bola Desa Tolambo: 72 KK / 251 jiwa
  • Kantor Kepala Desa Tolambo: 31 KK / 90 jiwa

Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat gempa, namun tercatat lima orang mengalami luka-luka dan lima rumah mengalami kerusakan. Bantuan yang dikirim Kemensos difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

Secara rinci, bantuan yang telah disalurkan mencakup 100 kasur, 150 selimut, 100 paket Family Kid, 50 paket Kidsware, 15 paket peralatan Dapur Umum, 500 tenda gulung, 10 tenda keluarga portabel, dan 1 unit tenda serbaguna keluarga. Total nominal bantuan mencapai Rp249,1 juta.

Baca Juga:  Sekjen Kemhan Pimpin Sertijab Pejabat Tinggi, Fokus pada Penguatan Teknologi dan Keamanan Pertahanan

Satu unit Tenda Serbaguna Keluarga telah didirikan di Desa Tindoli, yang berfungsi sebagai ruang belajar anak-anak pada siang hari dan tempat istirahat pengungsi pada malam hari. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan pangan, tiga Dapur Umum Mandiri telah dibentuk: dua di Desa Tolambo dan satu di Desa Tindoli, dengan operasional melibatkan kolaborasi Dinas Sosial, Tagana, TNI-Polri, serta masyarakat setempat.

Pemerintah daerah melalui Bupati Poso telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari, dimulai dari 25 Juli hingga 7 Agustus 2025. Selama periode ini, seluruh unsur terkait seperti TNI-Polri, Tagana, PKH, TKSK, dan aparat desa terus mengintensifkan asesmen, evakuasi, dan penyaluran bantuan logistik. Saat ini, sebagian besar warga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian, sementara sebagian lainnya memilih mendirikan tenda mandiri di halaman rumah masing-masing karena gempa susulan yang masih kerap terasa.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru