Kemendes dan Bappenas Bahas Anggaran Rp13 Triliun dari Bank Dunia, Targetkan 15 Ribu Desa Maju Jadi Mandiri

Jakarta, PR Politik – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria menyambangi Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (6/10). Kedatangan keduanya menemui Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy untuk membicarakan kelanjutan kerja sama dengan Bank Dunia (World Bank).

Tujuan utama kerja sama ini adalah untuk mengubah Desa Maju menjadi Desa Mandiri. “Desa Maju sekarang itu ada 23 ribu, nah itu kita mau geser 15 ribunya menjadi Desa Mandiri. Untuk itu perlu intervensi program,” kata Mendes Yandri usai bertemu Kepala Bappenas.

Mendes Yandri menjelaskan bahwa intervensi program ini membutuhkan anggaran. Karena keterbatasan APBN, Kemendes PDT menggandeng Bank Dunia yang telah menyatakan kesiapan membantu program tersebut. Kerja sama dengan Bank Dunia membutuhkan persetujuan dan pendampingan dari Bappenas, itulah mengapa pertemuan ini dilakukan.

“Kami optimis program yang sama antara Kementerian Desa dan World Bank itu akan berjalan. Jika tidak ada hambatan awal tahun 2026, selama 5 tahun,” kata Mendes Yandri.

Bank Dunia nantinya bakal memberi pendampingan dan dukungan ekonomi hijau. Fokus program adalah pembentukan desa-desa tematik dan pusat produksi yang mendukung pelaksanaan program prioritas Pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan kesiapan bahan baku dari desa. Selain itu, program ini diarahkan untuk penguatan Koperasi Desa Merah Putih, yang pada akhirnya memperkuat ekonomi desa.

Mendes Yandri membocorkan bahwa anggaran yang diusulkan sekitar USD 800 juta atau sekitar Rp13 Triliun untuk lima tahun bagi 15 ribu desa, dengan presentasi sekitar Rp550 juta per desa. “Intinya kami ingin meningkatkan Desa Maju menjadi Desa Mandiri,” tutup Mendes Yandri.

sumber : Kemendesa RI
Baca Juga:  Menko Airlangga Undang Pebisnis Thailand Untuk Perkuat Kemitraan Strategis RI - Thailand

Bagikan: