Tokyo, PR Politik – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo terus memantau secara ketat kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) pasca-gempa Kumamoto yang mengguncang pada 28 Juli 2026. Berdasarkan data per Desember 2025, terdapat 5.032 WNI yang bermukim di Kumamoto, dengan 214 WNI di antaranya dilaporkan terdampak langsung oleh bencana alam tersebut.
Tim Tanggap Darurat KBRI Tokyo yang dipimpin oleh Sekretaris Pertama Fungsi Protokol dan Konsuler, Hernawan Bagaskoro Abid, telah menyisir wilayah Uto, Uki, dan Yatsushiro sejak Sabtu (1/8). Pergerakan ini difokuskan untuk menyalurkan bantuan logistik darurat berupa air mineral, bahan makanan pokok instan, serta peralatan makan, mengingat ketiga kawasan tersebut masih mengalami keterbatasan akses air bersih yang parah.
Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, menjelaskan bahwa pihaknya bersama berbagai organisasi komunitas Indonesia terus memperkuat jaringan koordinasi bantuan di lapangan. Dubes RI juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian simpul-simpul masyarakat di Jepang yang menjadi jembatan komunikasi dan percepatan penanganan bantuan.
“Tim Tanggap Darurat KBRI Tokyo terus memberikan bantuan langsung kepada WNI terdampak gempa Kumamoto. Dari pantauan di lokasi bencana sejumlah WNI ada yang sudah kembali ke hunian, ada pula yang masih tinggal di lokasi penampungan yang disediakan Pemerintah Daerah setempat. WNI yang tinggal di lokasi penampungan rata-rata karena area huniannya mengalami kerusakan dan keterbatasan air bersih. Namun demikian, kita bersyukur karena beberapa diantaranya sudah kembali bekerja seperti biasa. Kami imbau teman-teman WNI terus memantau informasi resmi dan mengikuti arahan dari otoritas terkait. Komunikasi dengan sesama WNI juga harus terus dilakukan termasuk dengan pihak KBRI Tokyo sekiranya membutuhkan pertolongan darurat,” terangnya, Minggu (2/8).
Dukungan nyata dari pemerintah Indonesia dirasakan langsung oleh WNI terdampak di wilayah Uto, salah satunya adalah Nurul Khotimah. Pekerja pabrik pengolahan makanan yang baru menetap delapan bulan di Jepang ini menceritakan getirnya kondisi huniannya pascabencana.
“Guncangan sangat kencang kami rasakan saat gempa terjadi. Selama dua hari kami sangat kesulitan air minum dan bahan makanan. Beberapa hari ini sarana air bersih sudah normal tapi masih terlihat kotor. Apato (hunian apartemen) yang saya huni bersama teman-teman rusak, tembok yang retak dan pintu serta jendela yang sulit dibuka. Hingga kini tiap sore kami antri roti dan air minum di Shiyakusho (kantor administrasi pemerintah). Terima kasih atas kepedulian dan bantuan dari KBRI Tokyo kepada kami. Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami. Semoga bencana ini segera berakhir dan kembali normal,” tuturnya.
Guna mengantisipasi situasi yang dinamis, KBRI Tokyo bersama KJRI Osaka menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perkembangan situasi di lapangan. Otoritas diplomatik RI akan terus berkoordinasi dengan pemda Jepang serta jaringan relawan WNI di wilayah terdampak.
Bagi WNI yang memerlukan bantuan darurat atau ingin melaporkan keberadaan warga yang membutuhkan penanganan khusus, perwakilan RI membuka akses saluran komunikasi melalui nomor berikut:
-
Hotline KBRI Tokyo: +81-80-3506-8612 dan +81-80-4940-7419
-
Hotline KJRI Osaka: +81-80-3113-1003
sumber : Kemlu RI















