Jakarta, PR Politik – Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi PKS Dapil Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba, menanggapi positif laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12% pada kuartal II 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh empat sektor pariwisata utama: jasa hiburan dan rekreasi, jasa perjalanan, transportasi–perdagangan, serta akomodasi dan makanan–minuman.
“Pertumbuhan ekonomi yang melampaui 5% ini tidak lepas dari kontribusi pariwisata. Maluku Utara memiliki potensi besar di sektor ini. Wisata bahari, budaya, dan kuliner khas bisa menjadi magnet wisatawan nusantara maupun mancanegara, jika kita dukung dengan infrastruktur, SDM, dan promosi yang tepat sasaran,” ujar Alqassam Kasuba, Selasa (12/8/2025).
Politisi PKS ini menekankan bahwa sektor pariwisata di Maluku Utara masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan konektivitas transportasi, ketersediaan akomodasi standar internasional, dan rendahnya promosi digital. Padahal, data BPS menunjukkan wisatawan domestik mencapai 331,37 juta perjalanan, sementara wisatawan mancanegara mencatat 3,89 juta kunjungan pada kuartal II 2025.
“Jika pemerintah pusat dan daerah bersinergi, Maluku Utara bisa menjadi destinasi unggulan nasional. Kita perlu memanfaatkan momentum ini untuk mendorong ekonomi kreatif lokal, memperkuat peran pelaku UMKM, serta mengintegrasikan sektor industri penunjang,” jelasnya.
Alqassam Kasuba berkomitmen memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada pengembangan pariwisata daerah. Ia mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menempatkan Maluku Utara dalam prioritas program strategis nasional, termasuk insentif promosi dan pengembangan destinasi baru.
“Pariwisata bukan sekadar wisata, tapi jalan pembuka kesejahteraan masyarakat. Setiap wisatawan yang datang berarti peluang kerja, perputaran ekonomi, dan kebangkitan UMKM lokal. Maluku Utara siap mengambil bagian lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.
Sumber: fraksi.pks.id















