Bali, PR Politik – Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (Itjen Kementan), Tin Latifah mengungkapkan fungsi pengawasan di internal Itjen kini bertransformasi menuju peran yang lebih strategis dalam mendukung swasembada pangan nasional. Saat ini Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) tidak berorientasi pada pencarian kesalahan, namun sebagai mitra bagi satuan kerja untuk melakukan perbaikan.
“APIP kini berperan aktif sebagai konsultan trusted advisor yang fokus pada pencegahan dini, peningkatan kapabilitas, dan memberikan masukan konstruktif untuk perbaikan tata kelola dan kinerja organisasi bukan hanya mencari kesalahan,” ujar Tin Latifah dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Transformasi Kebijakan Pengawasan Inspektorat Jenderal dalam Rangka Mendukung Swasembada Pangan” di Bali, Jumat (17/10).
Dalam forum tersebut, Tin Latifah juga memperkenalkan konsep Kindness Strategy Itjen Kementan, yaitu pendekatan pengawasan dengan mengedepankan empati, kolaborasi, dan humanisasi proses. Melalui strategi ini, pihaknya berupaya membangun suasana kerja yang lebih terbuka antara auditor dan auditi.
“Pengawasan yang baik harus menghadirkan rasa aman dan membangun kepercayaan. Dengan cara itu, pengawasan menjadi sarana pembinaan, bukan menakutkan,” ujarnya.
Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi resistensi dan meningkatkan efektivitas pengawasan, sekaligus mendorong budaya perbaikan yang berkelanjutan di lingkungan Kementan.
Tin Latifah juga mengungkapkan berbagai upaya pengawasan telah dilakukan Itjen, termasuk pada program pupuk bersubsidi (reviu di 12 provinsi) dan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) (pengawasan distribusi dan pemanfaatan di 19 provinsi).
Upaya ini dilakukan bersama Inspektorat daerah dan stakeholder terkait seperti PT Pupuk Indonesia serta aparat penegak hukum, guna memastikan kebijakan subsidi dan bantuan pertanian berjalan tepat sasaran.
Dalam kesempatan sebelumnya, Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa telah menugaskan Itjen Kementan untuk melakukan pengawasan ketat. Mentan Amran juga berkomitmen memberantas seluruh mafia pangan.
“Pak Presiden minta, kalau masih tidak sesuai regulasi yang ada, harus ditindak tegas. Tidak ada lagi ruang diskusi,” tegas Mentan Amran.
sumber : Kementan RI















