Gelar TFT di Madiun, PKS Cetak 5.000 Duta Tani Guna Dampingi 100 Ribu Produsen Pangan Nasional

Madiun, PR Politik – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus memperkokoh komitmen politiknya dalam menyuplai solusi konkret bagi para petani, peternak, dan nelayan di seluruh Indonesia melalui optimalisasi program Sekolah Tani Ternak Nelayan (STTN). Anggaran gerakan pemberdayaan ini diakselerasi melalui agenda Training for Trainer (TFT) Instruktur STTN Wilayah Jawa-Nusra (Jawa dan Nusa Tenggara) yang dihentak di Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu (20/6).

Ketua DPP PKS Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan sekaligus legislator Komisi IV DPR RI, Riyono, memaparkan bahwa kaum agraris dan maritim memegang peran geopolitik yang sangat strategis dalam mengunci kedaulatan pangan nasional yang menjadi draf prioritas agenda pembangunan jangka panjang.

“Keberhasilan kedaulatan pangan, khususnya komoditas beras, tidak lepas dari peran penyuluh serta politik anggaran negara yang berpihak kepada petani dan nelayan,” ujarnya menegaskan pentingnya intervensi kebijakan, Senin (22/6).

Menurut analisisnya, PKS secara konsisten telah mengunci sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai salah satu kompas fokus perjuangan linear selama hampir dua dekade terakhir. Pilihan politik ini didasari atas masifnya sumbangsih sektor pangan terhadap elastisitas perekonomian nasional dan jaminan kesejahteraan masyarakat horizontal.

“Problem bangsa ini sebagian besar berkaitan dengan kondisi petani dan nelayan. Jika mereka sejahtera, maka ekonomi akan tumbuh dan negara akan semakin maju,” urainya membedah draf ketahanan ekonomi mikro.

Ia menguraikan bahwa STTN bertindak sebagai program strategis nasional PKS yang mengintegrasikan tiga pilar utama: pelayanan tapak, pemberdayaan ekonomi hibrida, serta advokasi hukum dan kebijakan bagi kaum buruh tani agar mandiri secara finansial.

Dalam sirkuit diklat intensif tersebut, sebanyak 47 trainer wilayah perwakilan dari klaster Jawa dan Nusa Tenggara digembleng dengan bauran pembekalan teori siber-fisik serta praktik lapangan terpadu. Para peserta menyerap asupan ilmu langsung dari jajaran pakar dan praktisi, mencakup metode budidaya padi di atas atap (rooftop rumah), manajemen peternakan domba modern, budidaya melon hidroponik bernilai ekonomis tinggi, hingga tata kelola perikanan air tawar intensif.

Baca Juga:  DPP Partai Golkar Gelar Silaturahmi dan Peringatan Hari Ibu 2024

“Para Duta Tani dilatih untuk menjadi trainer yang nantinya dapat menularkan ilmu dan pengalaman kepada masyarakat di daerah masing-masing. Setelah ini mereka akan melanjutkan pelatihan di tingkat kabupaten dan kota untuk menyiapkan para aktivis yang akan terjun langsung mendampingi petani di sawah, tambak, maupun nelayan di pesisir,” jelasnya terkait alur kaderisasi.

Lebih mendalam, program STTN mematok target jangka panjang berupa pembentukan jaringan pemberdayaan yang mengakar kuat hingga tingkat desa dan kelurahan secara mandiri, bersih dari sekat birokrasi kaku. Selain mendongkrak tonase produktivitas sektor riil, program ini diarahkan untuk mengunci draf hilirisasi produk pasca-panen serta membuka akses beasiswa pendidikan tinggi bagi anak-anak keluarga petani dan nelayan prasejahtera.

Pihaknya memastikan, pergerakan masif Duta Tani ini akan bergulir secara simultan dan terukur demi memotong dominasi tengkulak di pasar tradisional daerah.

“Pada gelombang pertama ini ada 47 orang yang kami lantik. Awal Agustus mendatang, kami akan melantik Duta Tani tingkat kabupaten/kota secara serentak di seluruh Indonesia dengan target 5.000 Duta Tani yang akan mendampingi sekitar 100.000 petani, peternak, dan nelayan,” pungkasnya mengunci draf laporan penutupnya.

Langkah taktis PKS melalui akselerasi STTN ini diproyeksikan andal mendongkrak tingkat kepercayaan (public trust) masyarakat bawah terhadap keseriusan parpol dalam mengawal isu agraria. Penataan program yang transparan, akuntabel, dan inklusif ini dijamin menjadi peluru kendali utama untuk mengamankan swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

sumber : PKS

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru