Era Disrupsi Digital, Ketua Boemkraf PKS Desak Pelaku UMKM Kuasai Konten Kreatif dan Riset Pasar

Jakarta, PR Politik – Ketua DPP PKS Bidang Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif, Acep Lulu Iddin atau yang akrab disapa Kang Acel, mendorong para pelaku usaha mikro di tanah air untuk mempercepat penguasaan platform digital sebagai instrumen pemasaran yang efektif di era modern.

Pernyataan strategis tersebut disampaikan Kang Acel di hadapan ratusan kader dalam kegiatan Training for Trainer Kebangkitan Ekonomi Keluarga Pilar Kebangkitan Nasional yang berlangsung di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Rabu (20/5).

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa akselerasi teknologi mutakhir wajib dimanfaatkan secara optimal oleh sektor pelaku usaha kecil dan ekonomi kreatif. Langkah ini dinilai krusial guna memperluas daya jangkau pasar global sekaligus mendongkrak keunggulan kompetitif produk lokal. Ia menganalogikan lanskap platform digital layaknya sebuah pusat perbelanjaan mahabesar yang membebaskan ruang bagi siapa saja untuk berniaga.

“Bayangkan kita datang ke sebuah mal besar, lalu ada satu lantai yang menjadi milik kita bersama. Itulah konsep pasar digital seperti PasarKitaSemua. Namun pertanyaannya, apa yang ingin kita jual di sana? Karena itu, konten dan kreativitas menjadi sangat penting,” ujarnya menjabarkan tantangan bisnis modern.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa fondasi utama keberhasilan dalam ekosistem kewirausahaan harus diawali oleh faktor mentalitas, yakni keyakinan teologis yang kuat dan keberanian mengeksekusi peluang. Dalam forum tersebut, ia menyitir figur sejarah Islam sebagai patron atau teladan empiris dalam membangun imperium bisnis yang legendaris berkat ketekunan sejak usia belia.

“Yakinlah bahwa kita bisa sukses dalam bisnis. Pebisnis hebat lahir dari keyakinan besar dan semangat untuk terus belajar. Sayyidah Khadijah menjadi saudagar besar karena ketekunan dan keyakinannya dalam berusaha,” tuturnya memotivasi peserta.

Baca Juga:  Anis Matta Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Periode 2024-2029

Di sisi lain, ia mengingatkan para kader bahwa setiap lembaran zaman membawa konsekuensi dan karakteristik tantangan yang berbeda. Jika pada peradaban masa lampau ketahanan hidup diukur dari ketangkasan fisik berburu, maka pada abad disrupsi informasi ini, ketahanan ekonomi diukur dari tingkat literasi digital pelaku usaha.

“Kalau dulu pemburu harus bisa berlari cepat dan memanah dengan tepat, maka hari ini pebisnis harus memahami digital marketing, membuat konten, membaca kebutuhan pasar, dan membangun jaringan usaha,” jelasnya secara terperinci.

Menutup arahannya, tokoh penggerak ekonomi kreatif ini menggarisbawahi pentingnya penerapan riset dan analisis pasar substantif sebelum meluncurkan sebuah komoditas. Langkah ilmiah ini dinilai menjadi kunci utama agar bisnis yang dikelola masyarakat dapat bertahan secara berkelanjutan (sustainable) dan terhindar dari risiko gulung tikar.

Pelaku UMKM diwajibkan jeli dalam membaca kurva kebutuhan riil masyarakat, sehingga produk hulu yang dihasilkan di pabrik rumahan dapat diserap dengan cepat oleh pasar di tingkat hilir.

“Riset dan penelitian harus menjadi dasar dalam membangun akses pasar. Dengan memahami kebutuhan masyarakat, pelaku usaha bisa menentukan strategi yang tepat dan usaha yang dijalankan akan lebih berkembang,” pungkasnya memungkasi materi pelatihan.

sumber : PKS