Bogor, PR Politik – Ketua DPP PKS Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan (BPPN), Riyono Caping, resmi membuka agenda Training for Trainer (TFT) Instruktur Sekolah Tani Ternak Nelayan (STTN) Wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Kegiatan yang mengusung tema “Mencetak Duta Tani PKS untuk Kedaulatan Pangan Nasional” ini diselenggarakan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/7).
Pelatihan strategis ini diikuti oleh 44 peserta yang merupakan utusan dari berbagai provinsi di tiga pulau besar tersebut. Para peserta dipersiapkan secara intensif untuk menjadi instruktur sekaligus Duta Tani PKS yang bertugas memperkuat penetrasi pendampingan di akar rumput.
Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa para kader yang lulus dari pelatihan ini akan mengemban amanah sebagai Duta Petani, Peternak, dan Nelayan PKS yang wajib menjalankan tiga fungsi utama di tengah masyarakat.
“Teman-teman yang dilatih hari ini menjadi Duta Petani, Peternak, dan Nelayan dengan tiga fungsi utama,” ujarnya.
Riyono merinci tiga fungsi mutlak yang harus melekat pada diri setiap Duta Tani PKS saat terjun mendampingi konstituen:
-
1. Fungsi Pelayanan Aktif: Menjadi sahabat sejati bagi para pelaku sektor pangan yang mudah diakses kapan pun.
-
2. Fungsi Pemberdayaan Ekonomi: Mendorong terciptanya ekosistem ekonomi mandiri agar petani, peternak, dan nelayan memiliki ketahanan finansial.
-
3. Fungsi Advokasi Kebijakan: Tanggap memetakan persoalan hukum, distribusi, maupun kelangkaan sarana produksi yang dihadapi pekerja lapangan.
“Teman-teman harus siap melayani dari HP masing-masing dan on call 24 jam untuk membantu mereka. Minimal sekali dalam sepekan bertemu dengan para petani, peternak, dan nelayan, membersamai mereka, mendengarkan cerita, aspirasi, serta keluhan mereka,” urainya.
Ia juga menambahkan agar para Duta Tani senantiasa meningkatkan kepekaan sosialnya.
“Teman-teman harus selalu aware terhadap berbagai isu yang berkaitan dengan petani, peternak, dan nelayan,” tegasnya.
Ia mengklaim bahwa sepanjang bulan Juli 2026, BPPN tercatat sebagai salah satu rumpun bidang di internal DPP PKS dengan intensitas pergerakan paling tinggi. Momentum tersebut diharapkan mampu memicu daya gerak organisasi yang lebih atraktif dan meluas hingga ke pelosok nusantara.
Melalui program STTN ini, DPP PKS membidik adanya keseragaman visi, kerangka berpikir, serta standardisasi metode pendampingan massal. Dengan demikian, kualitas pelayanan politik dan sektoral dapat terealisasi secara presisi dan terstruktur hingga ke tingkatan pengurus kabupaten/kota.
“Dengan STTN ini, para duta yang dilatih diharapkan memiliki frame dan pemahaman yang sama, sehingga mempunyai pola pendampingan yang seragam hingga tingkat kabupaten/kota,” pungkasnya menutup taklimatnya.
sumber : PKS















