Jakarta, PR Politik – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta, melayangkan draf optimisme tinggi bahwa partainya andal menembus ambang batas parlemen menuju Senayan pada sirkuit Pemilu 2029 mendatang. Keyakinan tersebut didasarkan pada draf penguatan mesin partai di tingkat daerah, di mana barisan kursi DPRD yang ada saat ini diproyeksikan bakal meluas secara agresif untuk dikonversi menjadi lumbung pasokan suara bagi DPR RI.
Manifes politik tersebut disuntikkan Anis Matta saat memberikan doktrin dan arahan taktis di hadapan 73 legislator daerah dalam agenda Bimtek Nasional ke-2 yang dihentak di Jakarta, Sabtu (13/6) sore.
“Kalau sekarang totalnya ada 73, mudah-mudahan nanti setiap daerah tidak hanya menambah kursi di DPRD, tetapi juga menjadi basis kita mendapatkan kursi di DPR. Insya Allah, anggota legislatif sekarang menjadi pendulang kursi DPR,” cetusnya membakar semangat juang kadernya.
Dalam sirkuit konsolidasi tiga hari tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI ini terpantau menggelar dialog hibrida tertutup bersama perwakilan dewan lintas klaster wilayah, mulai dari Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Secara khusus, ia memberikan draf atensi elektoral kepada Eni Latifa, srikandi berumur 22 tahun asal DPRD Batang yang memegang draf rekor sebagai anggota dewan termuda Gelora, serta Simianus Wandikbo, legislator DPRD Papua Pegunungan yang sukses mengamankan satu-satunya kursi tingkat provinsi bagi partai berlambang kompas tersebut.
Ia menegaskan bahwa barisan 73 legislator ini bertindak sebagai generasi pionir sekaligus jangkar masa depan organisasi. Guna melindas dominasi parpol mapan di Pemilu 2029, ia melarang keras kadernya meniru cara kerja konvensional partai-partai besar yang dominan bertumpu pada kekuatan logistik dan modalitas kapital raksasa.
Sebaliknya, ia mendesak penerapan strategi asimetris kreatif, mengadopsi ketahanan geopolitik negara Iran yang andal bertahan dari kepungan sanksi negara-negara adidaya meski didera keterbatasan sumber daya.
“Kalau Anda ingin mengalahkan partai besar dalam pemilu, tapi cara berpikir kita adalah cara berpikir partai besar, Anda tidak akan pernah menang. Karena Anda tidak akan bisa mengejar mereka dari sisi sumber daya,” analisisnya membedah draf manajemen risiko politiknya.
“Jadi idenya yang paling cemerlang adalah karena dia tidak berpikir dengan cara musuhnya berpikir,” sambungnya.
Lebih mendalam, ia menguraikan bahwa sirkuit peristiwa besar selalu dikontrol oleh interaksi tiga unsur utama: ide, manusia, dan sumber daya. Di tengah kepungan persaingan elektoral yang kian ketat, penguatan kualitas draf pemikiran dan militansi kader jauh lebih sakral untuk didongkrak ketimbang memaksakan sirkuit perang modal.
“Satu pintu yang kita tutup di sini adalah pahami cara berpikir partai besar, tapi jangan ikuti cara kerjanya. Kita mesti berpikir dengan cara kita sendiri,” urainya.
“73 kader kita ini yang sekarang ada di legislatif, ini adalah orang-orang yang kita andalkan untuk merumuskan ide bagaimana mengubah yang 73 ini menjadi beratus-ratus dalam Pemilu 2029 yang akan datang. Insya Allah. Saya merasa mendapat sumber keyakinan setelah mendengar saudara-saudara semuanya. Kita mempunyai banyak peluang untuk bertumbuh lebih besar pada Pemilu 2029 yang akan datang,” imbuhnya mengunci draf rilis siber kepartaiannya.
Agenda Bimtek jilid dua ini difokuskan pada penguasaan materi anggaran bertajuk ‘Penguatan Fungsi Anggota Dewan Partai Gelora dalam Mewujudkan Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Aspiratif’.
Wakil Ketua Umum Partai Gelora yang juga menjabat Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, dilaporkan batal membuka perhelatan lantaran harus mengeksekusi draf tugas kenegaraan mendesak di Dompu, NTB. Sirkuit pembukaan akhirnya diambil alih oleh Koordinator Pelaksana Harian DPP, Rofi’ Munawar.
Menutup draf laporannya, Ketua Pelaksana Bimtek, Muhammad Rozai, bersama Rofi’ Munawar menegaskan bahwa pendampingan siber dan teknis dari pusat ini diorientasikan agar barisan dewan Gelora andal menyodorkan solusi kreatif bagi pemerintah daerah yang tengah tercekik fenomena defisit fiskal dan keterbatasan draf anggaran, bersih dari draf tindakan malafidat korupsi di lapangan.
sumber : Partai Gelora















