Andina Thresia Narang Soroti Rendahnya Anggaran Pertahanan Indonesia

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Andina Thresia Narang | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Andina Thresia Narang, menyoroti rendahnya anggaran pertahanan Indonesia yang saat ini hanya berada di kisaran 0,6% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Andina pun mempertanyakan strategi pemerintah dan TNI dalam meningkatkan rasio anggaran tersebut.

Dalam Rapat Kerja Komisi I DPR bersama Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan para kepala staf angkatan, Andina menyatakan bahwa rasio anggaran pertahanan Indonesia masih jauh dari ambang batas ideal yang seharusnya berada di antara 1,5% hingga 2%, sebagaimana diterapkan di negara-negara dengan postur militer modern. “Jauh dari ambang batas ideal 1,5%-2% yang diterapkan di negara-negara dengan postur militer modern,” ujar Andina di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/4/2025).

Menurut Andina, penting untuk mengambil langkah konkret yang tepat agar rasio anggaran pertahanan dapat meningkat secara bertahap hingga tahun 2030, sesuai dengan roadmap pemenuhan minimum essential force (kekuatan pokok minimal). “Agar selaras dengan roadmap pemenuhan minimum essential force,” tandas Andina.

Selain itu, Andina juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai proses peningkatan status Komando Resor Militer (Korem) menjadi Komando Daerah Militer (Kodam), khususnya di Kalimantan Tengah. Ia menilai bahwa kesiapan prajurit, alutsista, dan sarana-prasarana lainnya menjadi tantangan dalam proses peningkatan status tersebut.

“Kesiapan TNI, khususnya Angkatan Darat, dipertanyakan, terutama dalam hal penyediaan infrastruktur utama seperti markas komando, fasilitas perumahan prajurit, alutsista, dan lainnya,” katanya. Andina menekankan bahwa ini bukan hanya soal administratif, tetapi juga terkait dengan kesiapan operasional agar dapat berjalan dengan baik.

 

Sumber: fraksinasdem.org

Baca Juga:  Putri Zulkifli Hasan Soroti Kebijakan Distribusi LPG 3 Kg: Harus Ada Keseimbangan Antara Pengawasan dan Aksesibilitas