Ahmad Sahroni Sesalkan Kemacetan Parah di Tanjung Priok dan Serukan Evaluasi Pengelolaan Pelabuhan

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Anggota DPR RI dari Dapil DKI Jakarta III (Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu), Ahmad Sahroni, menyayangkan kemacetan parah yang terjadi di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara, akibat tingginya lalu lintas truk kontainer menuju pelabuhan.

“Kondisi ini sangat disayangkan karena kemacetan ini sudah terlalu parah. Hal ini disebabkan oleh banyaknya alat angkut kontainer yang rusak di pelabuhan, ditambah penumpukan di terminal yang menyebabkan kemacetan di mana-mana,” kata Sahroni, Jumat (18/3/2025).

Sekretaris Fraksi Partai NasDem itu mengapresiasi upaya pihak kepolisian yang telah bekerja keras untuk mengatasi kemacetan. Namun, ia menilai bahwa kondisi lalu lintas yang padat dan adanya truk kontainer yang rusak membuat masalah ini sulit diatasi.

“Saya lihat Polres Metro Jakarta Utara sudah berupaya maksimal untuk mengurai kemacetan, hanya saja memang benar-benar tersendat di alat berat yang rusak tadi, hingga sulit untuk bisa terurai,” ujarnya.

Sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sahroni meminta agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pengelola pelabuhan segera melakukan evaluasi serta koordinasi. Ia menekankan bahwa kejadian seperti ini dapat mengganggu kelancaran perekonomian.

“Yang rugi tentunya kita semua. Karenanya saya minta perusahaan-perusahaan yang memiliki alat berat agar berkordinasi dengan lembaga terkait untuk tidak menyebabkan kemacetan seperti ini lagi,” tandasnya.

Sebelumnya, antrean panjang truk kontainer ke Pelabuhan Tanjung Priok telah menyebabkan macet total di sejumlah ruas jalan di Jakarta. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 4.500 truk yang masuk ke dalam pelabuhan, sedangkan normalnya hanya sekitar 3.000 unit.

 

Sumber: fraksinasdem.org

Baca Juga:  Idrus Al Jufri Apresiasi Kepemimpinan Baru PKS: Bukti Matangnya Regenerasi Politik Berbasis Nilai

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru