Jakarta, PR Politik – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggembleng seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk mengokohkan budaya pembaharuan tata kelola pemerintahan melalui ajang Kemendagri gelar IGA 2026 Pemda, di mana perhelatan Innovative Government Award (IGA) 2026 ini diposisikan sebagai wadah strategis dalam melahirkan efektivitas pelayanan publik serta solusi konkret atas berbagai dinamika persoalan di daerah.
Mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus membuka secara resmi sesi Presentasi Kepala Daerah yang diselenggarakan secara hibrida dari Command Center Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), Jakarta, Selasa (3/11).
Ia menegaskan bahwa substansi utama pelaksanaan IGA tidak sebatas penyerahan trofi, melainkan menjadi pemantik konsistensi daerah dalam mereplikasi praktik-praktik baik yang membawa efek nyata bagi masyarakat.
“Jadi inovasi ini bukan sekadar aplikasi baru, kegiatan baru, atau perubahan nama program. Tapi inovasi ini adalah cara baru yang lebih efektif untuk menghasilkan nilai untuk publik,” katanya.
Ia menerangkan bahwa penguatan ekosistem pembaharuan di daerah wajib dibarengi dengan akselerasi kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) berbasis digitalisasi administrasi dan perluasan basis penerimaan.
“Sinergi pusat dan daerah harus terlihat dalam proyek yang saling menguatkan, pengurangan hambatan investasi, konektivitas antardaerah, dan dampak pembangunan yang dapat dirasakan betul oleh masyarakat,” tuturnya.
Ia mencontohkan terobosan Kota Mojokerto lewat program Bayar Pajak Pakai Sampah Bisa Langsung dan Terintegrasi (Bajak Sambal Terasi) yang mengintegrasikan tabungan bank sampah warga dengan kewajiban PBB-P2.
“Pendekatan ini menunjukkan bagaimana persoalan lingkungan, inklusi ekonomi, dan administrasi pendapatan dapat dirangkai menjadi satu. Nilai inovasinya juga terletak pada keterpaduan, kemudahan bagi warga, serta peluang menciptakan nilai ekonomi,” ungkapnya.
Dengan menyitir pemikiran ekonom Amartya Sen, ia mengingatkan agar arah pembangunan dan kreasi program senantiasa menempatkan peningkatan kapabilitas manusia sebagai pusat prioritas.
“Inilah prinsip yang harus mendasari inovasi. Manusia bukan hanya sekadar penerima manfaat, melainkan subjek sekaligus penggerak aksi pembangunan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kepala BSKDN Kemendagri Raden Gani Muhamad mencatat bahwa partisipasi IGA 2026 melonjak 31,31 persen dengan menampung 48.246 inovasi dari 541 Pemda yang diuji secara independen oleh 30 juri pakar.
“Tahapan presentasi ini merupakan tahapan penting bagi penyelenggaraan IGA, karena akan menjadi salah satu dasar untuk pemberian penghargaan kepada daerah yang telah berhasil melaksanakan inovasi di daerah, dan menunjukkan dampak yang signifikan terhadap kemajuan daerahnya,” tandasnya.
sumber : Kemendagri















