Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dewi Yustisiana memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang mendorong percepatan pengembangan blok migas pemilik Plan of Development (PoD), di mana langkah ini dinilai sangat krusial demi menggenjot angka produksi minyak bumi nasional sekaligus memangkas beban ketergantungan impor energi fosil.
Legislator dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan II tersebut menyoroti jurang kesenjangan yang cukup lebar antara realisasi lifting minyak domestik di kisaran 600–650 ribu barel per hari dengan tingkat konsumsi nasional yang mencapai 1,6 juta barel per hari.
“Blok migas yang sudah memiliki persetujuan pengembangan semestinya segera dikerjakan. Jangan sampai potensi produksi nasional tertahan karena perusahaan tidak kunjung merealisasikan komitmennya,” ujarnya di Jakarta, Senin (2/11).
Ia berpendapat bahwa ketegasan pemerintah untuk mengevaluasi secara objektif kontraktor yang pasif atau tidak sanggup menggarap wilayah kerjanya perlu dieksekusi secara nyata, termasuk opsi pengembalian konsesi kepada negara sesuai koridor aturan.
“Kalau perusahaan memang tidak mampu menjalankan proyeknya, pemerintah perlu mengambil langkah tegas sesuai aturan. Namun, hambatan yang berasal dari proses perizinan juga harus diselesaikan agar investasi tidak terus tertunda,” tegasnya.
Di samping penataan konsesi, ia juga mendesak integrasi percepatan administrasi perizinan, optimalisasi sumur-sumur tua, hingga penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dengan skema target harian yang terukur.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah percepatan produksi yang nyata dan terukur. Setiap potensi migas harus dikelola secara optimal agar ketergantungan impor berkurang dan ketahanan energi nasional semakin kuat,” pungkasnya.
sumber : Fraksi Golkar















