Sidoarjo, PR Politik – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta seluruh Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) se-Indonesia untuk mengubah indikator utama keberhasilan pelatihan vokasi, yakni diukur dari jumlah alumni yang berhasil terserap di pasar kerja.
Arsitektur perubahan cara pandang tersebut ditegaskan Menaker Yassierli saat menyampaikan arahan bertema Percepatan Transformasi BPVP di BPVP Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (19/10) malam.
Ia menegaskan pergeseran paradigma jajaran BPVP sangat krusial guna menjawab tantangan ketenagakerjaan serta menekan angka pengangguran terdidik secara berkelanjutan.
“Jangan lagi membanggakan berapa banyak orang yang sudah dilatih, tetapi berapa banyak orang yang setelah dilatih bisa langsung bekerja. Itu yang harus kita kejar bersama,” katanya.
Guna menyelaraskan keterampilan lulusan baru dengan kebutuhan riil dunia industri, Kemnaker menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional serta Program Magang Nasional (MagangHub) bagi para fresh graduate.
Selain itu, Kemnaker berencana menghadirkan Pusat Pelatihan Khusus Disabilitas di Bekasi guna memperluas aksesibilitas kerja bagi kelompok penyandang disabilitas.
Ia mengimbau jajaran BPVP untuk memposisikan balai sebagai representasi pemerintah pusat di daerah yang sigap mengawal transformasi BPVP Kemnaker secara utuh.
Ia juga merumuskan empat pilar budaya kerja di lingkungan BPVP, yakni persatuan langkah, penguatan peran individu, organisasi yang lincah dan adaptif, serta keberanian bersuara proaktif.
Menutup arahannya, ia menginstruksikan seluruh jajaran agar memelihara integritas, menggerakkan inovasi, serta memberi ruang penuh bagi para instruktur untuk berkembang demi menyukseskan transformasi BPVP Kemnaker.
sumber : Kemensetneg















