Komisi IX DPR Putih Sari Minta Pemerataan Fasilitas Kesehatan Sulawesi Tengah

Fasilitas Kesehatan Sulawesi Tengah

Palu, PR Politik – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menekankan pentingnya pemerataan fasilitas kesehatan Sulawesi Tengah serta penguatan perlindungan tenaga kerja Sulawesi Tengah seiring pesatnya perkembangan kawasan industri dan meningkatnya mobilitas penduduk. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di daerah ini harus diimbangi pelayanan publik yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga wilayah terpencil.

Hal tersebut ia sampaikan dalam rangkaian Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (9/10). Kunjungan dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di bidang kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial.

“Perkembangan kawasan industri yang pesat, tingginya mobilitas tenaga kerja, serta kondisi geografis Sulawesi Tengah yang mencakup wilayah perkotaan, perdesaan, pesisir, dan kepulauan menjadikan daerah ini penting untuk menilai efektivitas pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di bidang kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial,” tegasnya.

Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut mengapresiasi capaian akreditasi puskesmas dan rumah sakit di Sulteng. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa distribusi fasilitas kesehatan Sulawesi Tengah dan tenaga medis belum merata, terutama dokter spesialis dan ketersediaan sembilan kategori tenaga kesehatan strategis di tingkat puskesmas.

“Namun demikian, penyelenggaraan pelayanan kesehatan masih menghadapi sejumlah kendala karena fasilitas dan tenaga kesehatan belum tersebar merata, serta jumlah dan distribusi dokter spesialis masih terbatas,” ucapnya.

Guna mengatasi tantangan tersebut, ia mendorong Kementerian Kesehatan memberikan dukungan terarah melalui pemenuhan nakes, penguatan sarana diagnostik, dan kepastian stok obat-obatan untuk mendukung peningkatan mutu fasilitas kesehatan Sulawesi Tengah.

“Komisi IX DPR RI mendorong Kementerian Kesehatan untuk memberikan dukungan yang lebih terarah melalui pemenuhan dan pemerataan tenaga kesehatan, penguatan sarana diagnostik dan laboratorium, jaminan ketersediaan obat serta bahan medis habis pakai, peningkatan kapasitas puskesmas dan rumah sakit rujukan, serta pendampingan program pengendalian penyakit,” lanjutnya.

Baca Juga:  Habib Syarief Muhammad Dukung PSSI Hentikan Kerja Sama dengan Patrick Kluivert

Selain sektor kesehatan dasar, iai juga menyoroti optimalisasi kepesertaan aktif JKN serta kepastian perlindungan tenaga kerja Sulawesi Tengah di kawasan industri.

“Kami ingin memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan Program JKN di Sulawesi Tengah, khususnya terkait kepesertaan aktif, pemerataan fasilitas kesehatan, mutu pelayanan, sistem rujukan, serta perlindungan bagi masyarakat miskin dan rentan,” imbuhnya mengakhiri pemaparan mengenai pentingnya sinergi pusat dan daerah demi memperkuat ketersediaan fasilitas kesehatan Sulawesi Tengah dan keselamatan para pekerja.’

sumber : Fraksi Gerindra