Cirebon, PR Politik – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan komitmennya untuk terus memodernisasi kualitas pelabuhan perikanan nasional setara dengan standar negara-negara maju. Langkah strategis ini diambil guna melejitkan daya saing komoditas perikanan tangkap sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem kelautan.
Sebagai percontohan awal (pilot project), KKP merombak Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Cirebon, Jawa Barat, menjadi kawasan industri perikanan bertaraf internasional, yang nantinya disusul oleh PPN Pengambengan di Karangasem, Bali.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa model pembenahan infrastruktur modern ini dirancang berlandaskan kajian serta studi banding (benchmarking) mendalam di Jepang, Australia, hingga kawasan Eropa.
“Modeling seperti ini akan (terus) kita lakukan dalam membangun infrastruktur perikanan di Indonesia, yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, dan sekaligus juga tetap menjaga lingkungan menjadi lebih baik,” ujarnya pada acara Groundbreaking Pengembangan PPN Kejawanan di Cirebon, Kamis (17/9).
Ia menguraikan bahwa modernisasi pelabuhan ini juga bertujuan menghapus stigma lama pelabuhan perikanan yang selama ini identik dengan kesan kumuh dan berbau. Di PPN Kejawanan yang baru, zona bersih dan zona kotor akan dipisahkan secara tegas, dilengkapi sistem terpadu one stop service dan one stop solution bagi para pelaku usaha serta nelayan.
“Kami selalu menghitung dampaknya seperti apa, pengembangan yang dilakukan akan mampu menciptakan lapangan kerja berapa banyak, pertumbuhan ekonomi berapa, inilah yang akan kami picu,” tegasnya.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyambut baik dimulainya mega proyek ini dan berkomitmen menyiapkan dukungan infrastruktur darat pendukung menuju area pelabuhan.
“Ini bagi masyarakat Jabar adalah sebuah kebahagian, memiliki pelabuhan perikanan yang representatif di Cirebon, kota budaya yang memiliki berbagai aspek kewisataan, ada laut, keraton. Kami mendukung penuh pembangunan ini, dan kami siap melakukan pembangunan infrastruktur tambahan di sepanjang jalan dari gerbang tol sampai Pelabuhan Kejawanan,” ungkapnya.
Sementara itu, nelayan tradisional asal Desa Cangkol, Mulyadi mengutarakan harapannya agar ketersediaan dermaga khusus dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) modern dapat menjamin stabilitas harga jual ikan hasil tangkapan.
“Harapan warga disini, anak-anak nelayan bisa ikut bekerja di pelabuhan. Karena kalau jadi nelayan juga, kadang tidak bisa melaut ketika cuaca sedang buruk. Sedangkan jadi pekerja kan tetap,” bebernya.
sumber : KKP















