Cianjur, PR Politik – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Gus Muhaimin, secara resmi meluncurkan Program 10.000 Mandi, Cuci, Kakus (MCK) untuk pondok pesantren di seluruh Indonesia. Peresmian gerakan nasional ini berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (4/8).
Program ini digulirkan sebagai langkah konkret untuk memperkuat kualitas higienitas serta lingkungan pesantren melalui penyediaan fasilitas sanitasi yang memenuhi standar kesehatan. Agenda peluncuran tersebut dihadiri oleh Pengasuh Ponpes Miftahul Huda Al Musri, KH Saeful Uyun, puluhan pengasuh pesantren se-Jawa Barat, serta disaksikan secara daring oleh ratusan pimpinan pesantren dari berbagai penjuru tanah air.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) yang dinilai konsisten menghadirkan kerja nyata bagi pemberdayaan institusi pesantren.
“Alhamdulillah, hari ini FPTP memulai langkah konkret untuk pesantren. Saya salut karena belum lama ini FPTP sukses menggelar Ijtima Ulama yang diikuti ratusan ulama dari seluruh Indonesia, dan hari ini menghadirkan program yang sangat strategis, yaitu pembangunan MCK untuk pesantren,” ujarnya.
Ia menggarisbawahi bahwa ketersediaan sarana sanitasi yang layak merupakan fondasi vital dalam menciptakan atmosfer belajar yang kondusif bagi para santri. Menurutnya, mutu pendidikan di lembaga keagamaan tidak dapat dipisahkan dari kelayakan lingkungan fisik tempat proses menimba ilmu berlangsung.
“Kita tahu pangkal kemajuan itu adalah ilmu. Kita tahu mencari ilmu itu di pesantren. Kita tahu syarat mendapatkan ilmu adalah sehat, dan syarat sehat adalah lingkungan yang baik. Yang paling pokok adalah bagaimana MCK dipenuhi dengan standar yang memadai,” tegasnya.
Ia membeberkan realitas di lapangan bahwa masih banyak pondok pesantren yang mengalami krisis sarana sanitasi dasar. Kesenjangan antara rasio jumlah MCK dan populasi santri yang mencapai ribuan orang kerap menimbulkan keterbatasan yang memprihatinkan.
“Rasionya sangat tidak rasional. Ada pesantren dengan ribuan santri tetapi MCK-nya hanya 40, 50, atau 100. Itu sudah jauh dari memadai. Karena itu kepedulian terhadap sanitasi pesantren harus menjadi gerakan bersama,” katanya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa Program 10.000 MCK ini berorientasi pada pencetakan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. Gerakan sosial ini juga selaras dengan prioritas pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan transformasi SDM unggul sebagai pilar utama kemajuan bangsa.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan bahwa keberpihakan PKB terhadap eksistensi dan kesejahteraan pesantren merupakan mandate perjuangan yang mengikat bagi seluruh kader.
“Kehadiran saya di sini bukan semata sebagai Wakil Ketua DPR RI, tetapi saya hadir bersama sejumlah anggota DPR sebagai kader PKB, partai yang dilahirkan dari rahim pesantren,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Gus Muhaimin tidak pernah berhenti menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan legislator PKB di semua tingkatan untuk menjadikan pesantren sebagai episentrum pengabdian.
“Gus Muhaimin selalu berpesan kepada para muharrik PKB, ke mana pun ditugaskan, di mana pun berada, jangan pernah melupakan pesantren. Perjuangkan aspirasi rakyat, dan yang paling utama adalah menjaga pesantren karena pesantren adalah tempat kita dibesarkan,” tuturnya.
Melalui sinergi Program 10.000 MCK ini, PKB dan FPTP optimistis kualitas sanitasi pondok pesantren di Indonesia akan meningkat secara signifikan, sekaligus melahirkan generasi santri yang sehat, unggul, dan siap menjadi pilar kepemimpinan nasional.
sumber : PKB















