Karawang, PR Politik – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan. Pencapaian ini menjadi catatan sejarah baru karena berhasil diraih hanya dalam waktu satu tahun, jauh lebih cepat dari target awal yang ditetapkan selama empat tahun.
Dalam acara Panen Raya di Karawang, Rabu (7/1), Presiden Prabowo memberikan penghormatan emosional kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan seluruh petani di Indonesia yang dianggapnya sebagai pahlawan di balik kedaulatan pangan nasional.
“Saudara-saudara sekalian, izinkanlah saya mengikuti naluri saya, mengikuti kebiasaan saya dari sejak muda. Izinkan saya hormat kepada seluruh dari kalian yang telah berjuang mengabdi sehingga kita swasembada pangan,” ujar Presiden Prabowo sembari memberikan sikap hormat di hadapan ribuan petani.
Presiden menegaskan bahwa swasembada pangan adalah prasyarat mutlak kemerdekaan sejati. Dengan tercapainya kemandirian ini, Indonesia resmi lepas dari bayang-bayang ketergantungan impor pangan yang selama ini menghantui ketahanan nasional.
“Waktu saya dilantik saya beri target swasembada empat tahun. Terima kasih seluruh komunitas pertanian. Saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak, hasilkan dari yang empat tahun tapi saudara berikan kepada bangsa dan negara satu tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa lain,” tegasnya.
Presiden secara khusus memuji dedikasi Mentan Amran yang bekerja tanpa lelah. “Menteri Amran pengusaha sukses, beliau jadi menteri adalah pengorbanan. Dia tidur 3-4 jam sehari. Saya kadang-kadang prihatin tapi saya dalam hati juga merasa bangga,” ucap Presiden.
Pengumuman swasembada ini diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Kerangka Sampel Area (KSA) November 2025 yang memprediksi produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton. Angka ini tidak hanya mencukupi konsumsi domestik, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di ASEAN menurut laporan USDA, mengungguli Thailand dan Vietnam.
Keberhasilan ini didorong oleh serangkaian kebijakan pro-petani, antara lain:
-
Penurunan Harga Pupuk: HET pupuk bersubsidi dipangkas hingga 20 persen.
-
Penyederhanaan Birokrasi: Memotong aturan distribusi agar pupuk langsung sampai ke tangan petani.
-
Harga Gabah yang Adil: Penyerapan gabah oleh BULOG dipatok Rp6.500 per kilogram untuk semua kualitas.
-
Modernisasi: Masifnya distribusi alat mesin pertanian (alsintan) dan rehabilitasi irigasi.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada beras hanyalah langkah awal. Pemerintah kini tengah membidik swasembada untuk komoditas lain seperti jagung, singkong, hingga bawang putih. Selain itu, penguatan sektor peternakan dan perikanan akan dipacu untuk memenuhi kebutuhan protein rakyat secara terjangkau.
Mentan Andi Amran Sulaiman menimpali bahwa kesuksesan ini adalah hasil kepemimpinan yang tegas. “Atas nama petani Indonesia, kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Bapak Presiden. Harga gabah naik, harga pupuk turun, pupuk tersedia. Swasembada ini adalah kerja kolektif seluruh petani Indonesia dengan dukungan penuh Presiden,” pungkasnya.
sumber : Kementan RI















