Kupang, PR Politik – Antusiasme masif masyarakat dalam menyambut kedatangan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyedot perhatian publik. Meski masa jabatannya sebagai kepala negara telah resmi berakhir, Jokowi tetap mendapatkan sambutan yang sangat hangat selama kunjungannya pada Jumat (31/7) hingga Minggu (2/8).
Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menilai sambutan luar biasa tersebut menjadi bukti autentik bahwa ikatan emosional antara seorang pemimpin dan rakyatnya tidak serta-merta terputus seiring dengan berakhirnya masa jabatan konstitusional.
“Pak Jokowi mungkin sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden, tetapi karya dan pengabdiannya masih dirasakan masyarakat. Rakyat selalu memiliki cara untuk menghargai pemimpin yang bekerja dengan sungguh-sungguh. Mereka tidak hanya mengingat pidato, tetapi juga mengingat hasil kerja yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya dalam rilis resmi, Sabtu (1/8).
Ia memaparkan bahwa bumi Flobamora merupakan salah satu wilayah yang memperoleh porsi perhatian besar dalam arsitektur pembangunan berbasis Indonesia-sentris selama satu dekade kepemimpinan Jokowi. Komitmen nyata tersebut diwujudkan lewat pembangunan sejumlah bendungan raksasa strategis, di antaranya Bendungan Raknamo, Rotiklot, Napun Gete, hingga Temef, yang difungsikan untuk memecahkan krisis air bersih sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
Selain infrastruktur pengairan, pembenahan secara masif juga menyasar sektor konektivitas melalui penguatan jalur jalan, pelabuhan, bandara, hingga gerbang pos lintas batas negara (PLBN) demi memangkas ketimpangan ekonomi di wilayah timur Indonesia. Warisan monumental lainnya adalah keberhasilan mentransformasi Labuan Bajo menjadi destinasi pariwisata super prioritas berkelas dunia.
“Selama bertahun-tahun, NTT sering dipandang sebagai daerah yang tertinggal. Pak Jokowi mengubah cara pandang itu dengan menghadirkan pembangunan yang nyata dan menempatkan Indonesia Timur sebagai bagian penting dari masa depan bangsa,” tegasnya.
Atas dasar rekam jejak tersebut, ia menilai kehadiran Jokowi ke NTT bukan sekadar lawatan biasa dari seorang mantan presiden, melainkan kunjungan balik dari figur pemimpin yang sukses menaruh fondasi kemajuan di daerah. Ia pun mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan dinamika yang sehat dalam iklim demokrasi, namun penilaian objektif atas hasil kerja nyata seorang tokoh bangsa harus tetap dijunjung tinggi.
“Kita boleh berbeda pilihan politik, tetapi kita juga harus objektif melihat fakta. Ketika bendungan berdiri, jalan terbangun, akses ekonomi terbuka, pariwisata berkembang, dan masyarakat merasakan manfaatnya, maka itu adalah karya yang akan selalu diingat,” tuturnya.
Ia memungkas penjelasannya dengan harapan agar momentum kunjungan silaturahmi ini senantiasa mempererat persaudaraan kebangsaan, sekaligus menjadi pengingat bagi para pemangku kebijakan saat ini bahwa keberlanjutan pembangunan hanya akan bermakna apabila berorientasi penuh pada kemaslahatan rakyat kecil.
sumber : PSI















