Jakarta, PR Politik – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri Rapat Kerja (Raker) perdana bersama Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5). Rapat yang berlangsung secara terbuka ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, dengan fokus agenda membedah konstelasi geopolitik global dan proyeksi pengiriman pasukan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Dalam paparan strategisnya, Menhan Sjafrie menyoroti dinamika ketidakpastian keamanan global yang kian tereskalasi. Ia menegaskan bahwa jaminan keselamatan bagi seluruh personel pasukan perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi UNIFIL di Lebanon berada di prioritas tertinggi pemerintah. Untuk itu, Kementerian Pertahanan (Kemhan) terus melakukan koordinasi ketat dan evaluasi berkala bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
Ia juga memastikan bahwa cetak biru kebijakan pertahanan nasional tidak akan bergeser dari garis konstitusi, yakni tetap berlandaskan asas politik luar negeri bebas aktif serta doktrin strategi defensif aktif.
Selain memaparkan kondisi eksternal, Menhan Sjafrie membeberkan keberhasilan kinerja internal matra darat di dalam negeri. Kehadiran elemen Batalion Teritorial Pembangunan di berbagai wilayah konflik dan perbatasan dinilai memberikan dampak instan yang masif terhadap aspek sosiologis masyarakat.
Eksistensi satuan khusus ini terbukti berkontribusi nyata terhadap penurunan angka kriminalitas lokal, penguatan stabilitas sosial, serta memicu stimulus peningkatan aktivitas perekonomian masyarakat di akar rumput. Kedekatan dengan sipil tersebut juga dipertegas lewat aksi humanis prajurit, mulai dari agenda donor darah rutin hingga penyediaan fasilitas Bank Donor Darah TNI yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat luas.
Menutup sesi penyampaian materi, Menhan Sjafrie mengurai progres dari skema Major Defense Cooperation Partnership yang dijalin antara Kemhan RI dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS). Kerja sama bilateral ini mencakup program modernisasi militer berkelanjutan, sektor pendidikan, pelatihan taktis, hingga penguatan aspek interoperabilitas antarpasukan.
Ia menggarisbawahi bahwa seluruh jalinan kerja sama pertahanan dengan Pentagon didasarkan pada prinsip kesetaraan, saling menghormati kedaulatan, serta menjaga kepentingan nasional tanpa mengabaikan koridor konstitusi undang-undang yang berlaku di Indonesia.
Merespons paparan tersebut, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menegaskan bahwa parlemen memberikan dukungan politik penuh terhadap program penguatan postur TNI sebagai garda utama penjaga kedaulatan NKRI di tengah kepungan badai geopolitik. Raker ini menghasilkan komitmen bersama untuk mempertebal kesiapsiagaan pertahanan nasional serta memitigasi segala risiko keamanan bagi prajurit TNI yang bertugas di dalam maupun luar negeri.
Agenda raker strategis ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi militer tanah air, di antaranya Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Sekjen Kemhan, Irjen Kemhan, Kabaloghan Kemhan, Asops Panglima TNI, Kepala Bais TNI, serta sejumlah pejabat utama di lingkungan Kemhan dan Markas Besar TNI.
sumber : Kemhan RI















