Pimpin Rapat Karhutla di Palembang, Presiden Prabowo Dorong Inovasi Pemadam Berbahan Singkong dan Minta Segera Padamkan Sisa Lahan Terbakar

Palembang, PR Politik – Presiden Prabowo Subianto mendorong seluruh jajaran pemerintah untuk terus melahirkan inovasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk mengembangkan bahan pemadam alternatif. Arahan tersebut disampaikan Kepala Negara saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Provinsi Sumatra Selatan, Kota Palembang, Senin (24/8).

Dalam rapat tersebut, ia menekankan agar sisa lahan terbakar seluas sekitar 1.900 hektare di Sumatra Selatan dapat segera dipadamkan. Kepala Negara meminta jajaran terkait melakukan evaluasi menyeluruh atas kendala di lapangan dan segera mengajukan kebutuhan tambahan apabila memerlukan dukungan pusat.

“Kalau begitu saya tekankan, usahakan yang sekarang ini 1.900 hektare ini bisa segera dipadamkan. Apa saja nanti kendala yang kalian hadapi di lapangan, Anda evaluasi dan kalau perlu tambahan bantuan dari atas, ya kita akan usahakan segera mungkin,” ujarnya.

Ia juga meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji penggunaan bahan kimia atau material khusus yang efektif memadamkan maupun memutus penyebaran api. Menurutnya, inovasi ini bisa dimanfaatkan tim pemadam di lapangan melalui tabung semprot praktis.

“Seperti alat pemadam kebakaran, ya yang kita bayangkan, itu kan yang keluar kan zat kimia. Benar nggak? Ya, coba dicek ya. Mungkin BRIN, coba dicek BRIN ya. BRIN apakah bisa produksi atau kita sourcing. Kan dijual untuk alat-alat ya, isinya. Kita mau isinya, cari sourcing dari mana sehingga mungkin lebih efektif untuk tim-tim yang terjun, dia sudah bawa tabung-tabung itu. Mungkin lebih cepat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan adanya temuan inovasi bahan pemadam berbahan dasar tepung ubi atau singkong. Bahan tersebut berpotensi menghentikan perambatan api dengan cara memisahkan elemen pendukung pembakaran, sekaligus efektif memadamkan api pada tahap awal.

Baca Juga:  Saksikan Penyerahan SK PKB Pegadaian, Menaker Yassierli Minta Hubungan Industrial Beradaptasi Hadapi Era Digitalisasi

Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menambahkan bahwa hasil riset inovasi tersebut sudah dipaparkan kepada jajaran terkait dan diteruskan ke BNPB. Kendati kapasitas produksinya masih terbatas, bahan ini terbukti efektif dan sangat potensial diproduksi massal.

Menanggapi laporan itu, ia meminta agar inovasi pemadam berbasis ubi atau singkong tersebut segera dikembangkan serta diuji coba dalam skala besar, disertai pengajuan alokasi anggaran riset dan produksi.

“Menarik sekali. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar. Ajukan biaya untuk produksinya. Kita usahakan semua upaya. Berarti yang kita waterbomb bukan waterbomb, ubi bombing. Ubi bombing,” ucapnya.

Selain riset bahan pemadam, ia menginstruksikan Panglima TNI untuk menguji coba kemampuan Tim Alpha dalam menanggulangi karhutla di Sumsel. Seluruh sumber daya, teknologi, dan strategi di lapangan akan terus dievaluasi guna memastikan penanganan karhutla berjalan cepat, presisi, dan tuntas.

sumber : Kemensetneg

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini