Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB, H. Rivqy Abdul Halim atau Gus Rivqy, menilai penunjukan Dirut baru Garuda Indonesia harus menjadi momentum untuk membenahi manajemen perusahaan secara menyeluruh sekaligus mengevaluasi aturan bagasi Garuda Indonesia yang dinilai membebani penumpang.
Thomas Sugiarto Oentoro ditetapkan sebagai Dirut baru Garuda Indonesia menggantikan Glenny H. Kairupan melalui RUPSLB pada Kamis (8/10). Pergantian kepemimpinan ini berlangsung di tengah dinamika perbaikan kinerja keuangan maskapai nasional yang masih mencatatkan kerugian pada semester I 2026.
“Pergantian dirut harus diikuti pembenahan manajemen secara nyata. Garuda membutuhkan tata kelola yang profesional, efisiensi yang terukur, dan pelayanan yang semakin baik. Jangan sampai pergantian pimpinan hanya menjadi perubahan struktural tanpa dampak terhadap kinerja perusahaan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (10/10).
Ia secara khusus menyoroti implementasi aturan bagasi Garuda Indonesia yang memicu keluhan masyarakat karena memaksa penumpang menggabungkan beberapa barang bawaan agar tidak dikenakan biaya tambahan.
“Saya kembali menyuarakan agar Garuda meninjau ulang kebijakan terkait bagasi. Saya melihat kebijakan ini memaksa penumpang mengemas dua sampai tiga koli menjadi satu. Tentu ini sangat membebani penumpang. Menurut saya, inilah yang disebut ‘bersatu kita teguh, bercerai bayar bagasi tambahan’,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa langkah menekan biaya operasional tidak boleh mengabaikan hak konsumen. Oleh karena itu, penetapan Dirut baru Garuda Indonesia diharapkan membawa angin segar melalui transparansi efisiensi bisnis serta peninjauan ulang aturan bagasi Garuda Indonesia.
“Efisiensi memang penting, tetapi jangan sampai penumpang justru menjadi pihak yang menanggung beban dari kebijakan perusahaan. Garuda harus mampu mencari formula bisnis yang sehat sekaligus memberikan pelayanan yang wajar dan kompetitif bagi masyarakat,” ujarnya.
“Ukuran keberhasilan direksi baru bukan hanya perbaikan angka-angka keuangan, tetapi juga meningkatnya kepercayaan publik dan kualitas pelayanan kepada penumpang. Garuda harus semakin sehat secara bisnis, efisien dalam operasional, dan tetap memberikan pelayanan yang layak kepada masyarakat,” pungkasnya.
sumber : Fraksi PKB















