Kemenperin Gelar Indonesia Toy Forum 2026 Pacu Industri Mainan

Kemenperin Gelar Indonesia Toy Forum 2026 Pacu Industri

Jakarta, PR Politik – Industri mainan merupakan salah satu bagian dari sektor industri aneka yang memiliki karakteristik dan potensi yang sangat strategis. Mainan tidak hanya dipandang sebagai produk untuk hiburan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pendidikan, pengembangan kreativitas, kemampuan motorik, imajinasi, hingga kemampuan memecahkan masalah pada anak.

Langkah Kemenperin Gelar Indonesia Toy Forum 2026 Pacu Industri Mainan Nasional

Kementerian Perindustrian terus memacu penguatan daya saing industri mainan melalui peningkatan kualitas dan standardisasi produk, pengembangan kapasitas industri, serta perluasan akses pasar. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Kemenperin dalam memperkuat ekosistem industri mainan nasional agar semakin kompetitif dan mampu memanfaatkan peluang pasar dalam negeri maupun global.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia Toy Forum 2026. Kegiatan ini merupakan sinergi antara Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) dengan Asia Toy and Play Association (ATPA) yang bertujuan untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, dunia pendidikan, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membahas peluang dan tantangan sekaligus merumuskan arah pengembangan industri mainan Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menegaskan, komitmen pemerintah untuk terus mengawal perlindungan dan penguatan ekosistem industri manufaktur dalam negeri, termasuk industri mainan.

“Tantangan utama industri nasional saat ini bukan sekadar kemampuan memproduksi, melainkan bagaimana kita memastikan produk-produk buatan dalam negeri diserap dan digunakan oleh masyarakat serta mampu mengambil peluang dalam rantai pasok global,” ujar Dirjen IKMA dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/10).

Pertumbuhan Capaian Ekspor dan Penguatan Sertifikasi TKDN Industri Mainan

Menurutnya, industri mainan memiliki potensi besar sebagai sektor padat karya sekaligus penghasil produk bernilai tambah.

“Kita perlu memperkuat pasar domestik melalui penerapan standar, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta penguatan daya saing agar produk mainan buatan Indonesia semakin diminati di pasar nasional dan mampu memperluas penetrasi di pasar internasional,” tuturnya.

Berdasarkan data BPS tahun 2024 dan SIINas tahun 2025, tercatat sebanyak 256 unit usaha yang bergerak di sektor industri mainan dengan total 15.663 tenaga kerja. Selain itu, terdapat 10 sentra IKM mainan, yang terdiri dari empat sentra di Jawa Tengah, satu sentra di Jawa Timur, dan lima sentra di Jawa Barat. Dari sisi perdagangan, pada tahun 2025 nilai ekspor meningkat sebesar 8,2 persen dibandingkan tahun 2024, mencapai sekitar USD 664,6 juta. Pada periode Januari hingga Juni 2026, ekspor juga meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yaitu dari USD 297,7 juta menjadi USD 351,8 juta.

“Pasar ekspor Indonesia saat ini antara lain Amerika Serikat, Inggris, Cina, Australia, dan Republik Ceko, dan capaian tersebut masih membuka ruang yang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan penetrasi dan kontribusinya di pasar global,” imbuhnya.

Fasilitas Sertifikasi SNI, ISO, dan Program Restrukturisasi Mesin IKM

Sementara itu, Direktur Industri Aneka, Reny Meilany mengatakan dalam menjaga kualitas dan keamanan, pemenuhan standar juga menjadi modal penting bagi pengembangan industri mainan.

“Kemenperin konsisten melakukan pembinaan dan fasilitasi bagi pelaku industri mainan, khususnya yang berskala IKM,” jelasnya.

Ditjen IKMA telah melakukan kegiatan fasilitasi sertifikasi SNI mainan anak, pendampingan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015, asesmen dan implementasi Industri 4.0, sosialisasi e-katalog industri mainan anak, workshop tata cara penghitungan TKDN, pendampingan sentra IKM, pengembangan sentra IKM mainan, perluasan akses pasar, pitching dan business matching, serta fasilitasi partisipasi dalam pameran internasional. Selain pembinaan dan fasilitasi tersebut, Ditjen IKMA juga menyediakan dukungan untuk peningkatan kapasitas produksi melalui program restrukturisasi mesin dan/atau peralatan bagi IKM.

Rangkaian Seminar dan Pameran Produk Mainan Anak Nasional

Rangkaian Indonesia Toy Forum 2026 diisi dengan seminar yang menghadirkan pakar dan pimpinan industri, antara lain perwakilan dari PT Mattel Indonesia, EMWAY Globalindo, The LEGO Group, dan PT Chateda. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pameran permainan dan mainan anak yang diikuti 25 pelaku industri berskala kecil, menengah, maupun besar. Pameran tersebut berlangsung pada 29 September hingga 1 Oktober 2026 di Plasa Industri, Gedung Kementerian Perindustrian.

“Indonesia Toy Forum 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk menghasilkan pembahasan yang lebih konkret mengenai penguatan industri mainan nasional,” tutupnya.

sumber : Kemenperin