Jaga Hulu Sungai Citarum, Menteri LH Hanif Faisol: Cisanti Adalah Benteng Pertama Ketahanan Air

Bandung, PR Politik – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa Situs Cisanti yang terletak di kaki Gunung Wayang merupakan kunci utama bagi keberlanjutan ekosistem Sungai Citarum. Dalam kunjungan kerjanya, ia menekankan bahwa pemulihan sungai terpanjang di Jawa Barat ini harus dimulai dengan perlindungan mutlak di wilayah hulu sebagai kawasan tangkapan air.

Menteri Hanif menilai, kualitas air di wilayah hilir yang melintasi perkotaan sangat bergantung pada konsistensi penjagaan di titik nol Citarum ini. Cisanti dianggap sebagai simbol vitalitas yang menopang kehidupan jutaan warga sekaligus menjadi tolok ukur keberhasilan tata kelola lingkungan yang terintegrasi.

“Cisanti adalah sumber kehidupan DAS Citarum. Jika kawasan hulunya terjaga, maka beban lingkungan di hilir akan jauh lebih ringan. Perlindungan kawasan seperti ini harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya di sela-sela peninjauan kawasan Situs Cisanti.

Dalam konteks keberlanjutan program Citarum Harum, KLH/BPLH menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Menteri Hanif mengingatkan bahwa beban lingkungan di wilayah perkotaan hanya dapat dikurangi jika sumber airnya terlindungi dari degradasi sejak dari pegunungan.

Ia menekankan bahwa tantangan kelestarian sungai ini tidak hanya bersumber dari limbah industri, tetapi juga limbah domestik dan manajemen sampah perkotaan yang belum optimal. Oleh karena itu, kebijakan lingkungan akan diarahkan pada tindakan preventif dengan mengedepankan perlindungan ekosistem kunci.

Menteri Hanif memastikan bahwa pemerintah akan terus mendorong integrasi program guna menghapus ego sektoral dalam upaya penyelamatan sungai. Penanganan Citarum memerlukan konsistensi jangka panjang dalam menjaga setiap jengkal area tangkapan air sebagai satu kesatuan ekosistem yang utuh.

Strategi KLH/BPLH ke depan adalah menyelaraskan penguatan tata kelola di hulu dengan perbaikan sistem pengolahan limbah di kota-kota yang dilintasi aliran sungai. Hal ini bertujuan untuk menciptakan siklus lingkungan yang sehat dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:  Menko AHY Ajak Apindo Hadiri ICI 2025, Upaya Jadikan Infrastruktur Untuk Ketahanan Pangan, Energi, & Air

“Menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sepotong-sepotong. Hulu yang terjaga, kota yang bersih, dan sungai yang sehat adalah satu kesatuan,” tutupnya.

sumber : Kemenlh RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru