Indrajaya Kutuk Kericuhan Demonstrasi di Abepura dan Desak Ungkap Aktor Intelektual

Anggota Komisi II Fraksi PKB DPR RI, Indrajaya | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Indrajaya, mengecam keras tindakan kekerasan yang terjadi saat aksi demonstrasi di Abepura, Kota Jayapura, Papua. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas dan mengungkap aktor intelektual di balik kericuhan tersebut.

Indrajaya meminta pihak berwenang melakukan investigasi menyeluruh guna mengetahui penyebab utama serta mengidentifikasi pihak yang memprovokasi aksi hingga berujung anarkis. Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Selatan itu menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara adil, transparan, dan tidak menimbulkan ketegangan baru di tengah masyarakat.

“Dialog antara pemerintah, masyarakat sipil, dan kelompok-kelompok yang terlibat dalam aksi sangat penting untuk mencari solusi damai dan konstruktif,” tegas Indrajaya, Jumat (17/10/2025).

Lebih lanjut, ia meminta pemerintah bersama aparat keamanan untuk menjaga stabilitas dan keamanan di Papua, serta memastikan perlindungan terhadap hak-hak seluruh warga negara tanpa diskriminasi.

Indrajaya juga menyesalkan terjadinya aksi anarkis yang menyebabkan kerusakan fasilitas publik, infrastruktur, dan jatuhnya korban luka. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan kekerasan, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, serta Pasal 406 KUHP tentang perusakan barang.

“Insiden seperti ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat memperburuk citra pemerintah dan kondisi keamanan di Papua,” ujarnya.

Diketahui, aksi demonstrasi oleh kelompok Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Tanah Adat Papua (AMPPTAP) yang berlangsung di kawasan traffic light Abepura, Kota Jayapura, pada Rabu (15/10) siang, berakhir ricuh dan anarkis.

Kericuhan dipicu oleh aksi long march dan pendudukan jalan meski sebelumnya telah disepakati bahwa massa akan berkumpul di Lingkaran Atas. Akibat insiden tersebut, sejumlah fasilitas umum dilaporkan dirusak dan dibakar, sementara beberapa peserta aksi mengalami luka-luka.

Baca Juga:  Bahtra Banong Tegaskan Revisi UU ASN Fokus Terapkan Sistem Merit untuk Karier ASN Berkualitas

Bagikan:

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru