Mesuji, PR Politik – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), mengungkap alasan utama di balik keputusannya memilih Provinsi Lampung sebagai lokasi perdana dalam rangkaian safari politiknya. Jokowi menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk apresiasi langsung terhadap masifnya konsolidasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di bumi ruwa jurai tersebut.
Selain alasan struktural partai, mantan Wali Kota Solo ini juga mengutarakan rasa cinta dan kedekatan emosional yang mendalam dengan warga setempat, yang membuatnya rela menempuh perjalanan panjang hingga ke tingkat kabupaten.
“Untuk apa saya datang ke Provinsi Lampung? Untuk apa saya datang ke Kabupaten Mesuji? Pertama, kecintaan saya kepada masyarakat Lampung tidak luntur, masih tetap,” kata Jokowi, Jumat (26/6) seperti dikutip dari detik.com.
Berdasarkan pengamatannya, jajaran PSI Lampung menunjukkan performa organisasi yang impresif dengan berhasil merampungkan struktur kepengurusan partai hingga ke tingkat desa. Pencapaian ini dinilai sebagai lompatan besar yang belum banyak mampu direplikasi oleh partai politik (parpol) lainnya saat ini.
Ia melihat bahwa konsolidasi organisasi yang hampir menyentuh angka sempurna di seluruh wilayah perdesaan tersebut akan menjadi modal politik yang sangat berharga bagi PSI dalam membangun basis kekuatan di daerah.
“Saya ingin memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh jajaran PSI yang telah menyelesaikan struktur partai sampai ke tingkat desa. Yang lain saya lihat masih 40 sampai 60 persen, di sini sudah hampir 100 persen,” ujarnya.
Dalam kesempatan bertatap muka dengan fungsionaris lokal tersebut, ia juga menitipkan pesan mendalam agar struktur partai yang telah terbentuk tidak hanya megah secara administratif atau di atas kertas saja. Ia menuntut mesin partai benar-benar bergerak aktif menjalankan fungsi pengorganisasian massa.
Menutup arahannya, ia meminta seluruh jajaran pengurus PSI di Kabupaten Mesuji untuk terus menjaga konsistensi dengan hadir secara fisik dan mendengarkan keluh kesah masyarakat horizontal tanpa harus menunggu momentum pemilu tiba.
“Setelah struktur partai lengkap sampai ke desa, pekerjaan berikutnya adalah membuat struktur itu hidup dan bekerja. Artinya seluruh pengurus harus dekat dengan masyarakat, bukan hanya ketika menjelang pemilu, tetapi setiap hari,” tukasnya memberikan instruksi kepada para kader.
sumber : PSI















