Bali, PR Politik – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga kedaulatan atas keanekaragaman hayati nasional melalui pemulangan (repatriasi) 40 ekor burung Perkici Dada Merah (Trichoglossus forsteni) dari Paradise Park, Inggris, ke habitat aslinya di Bali dan Lombok.
Menhut Raja Antoni menyebut pemulangan burung endemik ini bukan hanya kegiatan konservasi semata, melainkan juga menjadi simbol kepercayaan dunia terhadap kapasitas Indonesia dalam mengelola satwa liar sesuai standar global.
“Hari ini kita merayakan kepulangan 40 ekor Burung Perkici Dada Merah atau Trichoglossus forsteni dari Paradise Park, Inggris. Pemulangan ini adalah simbol kedaulatan bangsa atas keanekaragaman hayati dan kepercayaan dunia terhadap kapasitas Indonesia dalam konservasi,” ujar Raja Juli Antoni, di Kantor Balai KSDA Bali, Senin (27/10).
Hal ini disampaikan Menhut di hadapan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, saat mendampingi kunjungan kerja Komisi IV DPR RI. Repatriasi ini menambah daftar satwa yang dipulangkan sebelumnya, di mana pada tahun 2024 telah direpatriasi 10 ekor Owa Jawa dan 3 ekor Lutung Jawa.
Program repatriasi ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia, Komisi IV DPR RI, Badan Karantina Indonesia, serta lembaga konservasi global dan nasional seperti Bali Safari Park dan Bali Bird Park. Menhut Raja Antoni menyampaikan terima kasih atas dukungan Komisi IV DPR RI dalam memperkuat kebijakan konservasi.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Komisi IV DPR RI, yang terus memperkuat kebijakan konservasi melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Dukungan DPR telah memungkinkan pemerintah meningkatkan kapasitas kelembagaan konservasi serta membuka ruang kolaborasi,” tuturnya.
Menhut berharap burung Perkici Dada Merah—spesies endemik Bali dan Lombok yang berstatus Terancam Punah (Endangered)—dapat berkembang biak di breeding center Bali Safari dan Bali Bird Park, sehingga nantinya dapat dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
“Kita ingin suatu hari nanti, kicauan Perkici kembali terdengar di hutan Bali. Ini bukan hanya tentang burung yang pulang, tapi tentang bangsa yang memulihkan,” pungkasnya.
sumber : Kemenhut RI















