Jakarta, PR Politik – Merespons fenomena runtuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pelemahan nilai tukar Rupiah yang kian mengkhawatirkan, serta merangkak naiknya harga berbagai komoditas kebutuhan pokok, Partai Perindo resmi menyodorkan draf rekomendasi risalah kebijakan (policy brief) komprehensif kepada pemerintah pusat dan Bank Indonesia (BI). Langkah hibrida ini diambil sebagai bentuk kontribusi pemikiran yang konstruktif dan solutif di tengah kondisi perekonomian nasional yang sedang terhimpit di fase krusial.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Perindo, Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah, memaparkan bahwa bauran kebijakan (policy mix) yang agresif, cepat, dan terukur bertindak sebagai harga mati yang mutlak diperlukan. Instrumen ini dinilai mendesak untuk membentengi sirkuit ekonomi domestik dari efek domino krisis keuangan serta tingginya volatilitas ketidakpastian geopolitik global.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan ritme biasa atau menggunakan instrumen kebijakan konvensional di tengah situasi triple shock seperti ini. Perindo mendorong adanya integrasi bauran kebijakan yang solid antara otoritas moneter dan fiskal. Di satu sisi, BI harus mengoptimalkan intervensi di pasar valas dan mengevaluasi pergerakan suku bunga acuan secara taktis demi mengerem volatilitas Rupiah,” urai tokoh yang akrab disapa Kang Ferry tersebut dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/6).
Mantan Komisioner KPU RI ini menerangkan bahwa dokumen policy brief bentukan Perindo secara ketat menggarisbawahi tiga pilar penyelamatan jangka pendek yang harus segera dieksekusi oleh para pengambil keputusan demi mengamankan stabilitas pasar.
Pilar pertama difokuskan pada penguatan moneter, di mana BI didesak mempertebal likuiditas di pasar spot maupun Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), sekaligus mengawal pergerakan saham perbankan berkapitalisasi besar (big banks) yang belakangan rontok dihantam aksi jual bersih (net sell) modal asing.
Pilar kedua mengarah pada proteksi sektor riil dan masyarakat rentan. Perindo mendesak Kementerian Keuangan untuk tancap gas melakukan evaluasi dan mempercepat draf realokasi anggaran fiskal guna mempertebal jaring pengaman sosial (JPS). Langkah ini dinilai vital untuk menjinakkan lonjakan harga beras, minyak goreng, dan komoditas hortikultura di pasar tradisional.
“Pilar ketiga adalah proteksi bagi dunia usaha domestik, khususnya industri padat karya yang tercekik biaya impor bahan baku (imported inflation). Kami menyodorkan opsi pemberian insentif atau relaksasi pajak sementara agar aktivitas produksi tidak lumpuh dan terhindar dari ancaman gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal,” sambungnya merinci draf mitigasi risiko industrinya.
Lebih mendalam, ia mengingatkan bahwa kunci utama untuk selamat dari guncangan ekonomi hibrida ini berada pada efektivitas koordinasi yang terlembaga di bawah komando Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Menurut analisisnya, ego sektoral antarlembaga wajib dikesampingkan agar draf kebijakan dan pesan yang dilempar ke ruang publik bersifat satu suara demi menenangkan psikologis pasar.
“Ketika pasar keuangan bergejolak dan IHSG menyentuh level 5.342, sentimen psikologis memegang peranan hingga 70 persen. Pernyataan bersama yang solid, transparan, dan kompak dari Menteri Keuangan, Gubernur BI, dan Ketua OJK sangat dinantikan untuk mengembalikan kepercayaan investor global maupun domestik bahwa fundamental ekonomi kita tetap kokoh,” cetusnya tajam membedah draf manajemen krisis siber dan finansial.
Menutup draf rilis medianya, Partai Perindo menegaskan komitmen politiknya untuk terus mengawal jalannya implementasi kebijakan ekonomi di masa transisi kepemimpinan baru ini agar tetap berada pada koridor yang pro-rakyat dan pro-stabilitas.
“Rekomendasi yang Perindo susun ini murni bersumber dari aspirasi pelaku usaha di akar rumput, kaum buruh, dan jeritan emak-emak di pasar tradisional. Kami berharap tim ekonomi pemerintah segera duduk bersama, mengambil langkah berani yang terintegrasi, dan bergerak cepat. Kecepatan kita mengeksekusi kebijakan hari ini akan menentukan seberapa tangguh bangsa ini keluar dari badai ekonomi global,” pungkasnya memastikan partainya akan mengawal isu ini hingga tuntas tanpa menyisakan celah bagi hambatan birokrasi.
sumber : Perindo















