Buka Specialty Indonesia 2026, Wamenperin Faisol Riza Dorong Komoditas Lokal Diolah Jadi Produk Berkelas Dunia

Jakarta, PR Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi pengembangan industri berbasis sumber daya lokal agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang kompetitif di pasar global. Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui penyelenggaraan ajang pameran Specialty Indonesia 2026 yang menjadi etalase utama produk unggulan nasional sekaligus wadah kolaborasi bisnis internasional.

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah yang menjadi modal utama pengembangan industri specialty dan artisan. Komoditas seperti kopi, teh, kakao, hortikultura, olahan susu, cerutu, hingga produk fermentasi berbasis bahan baku lokal memiliki karakteristik khas yang sangat berpotensi dikembangkan.

“Kita memiliki kekayaan bahan baku dan keragaman produk yang menjadi kekuatan industri Indonesia. Tantangannya adalah dari potensi tersebut kita olah menjadi produk bernilai tambah, berkualitas, memiliki identitas yang kuat, serta mampu bersaing di pasar global,” ujarnya saat membuka Specialty Indonesia 2026 di Jakarta, Senin (10/8).

Ia menambahkan, pengembangan produk bernilai tambah merupakan kunci agar komoditas nasional tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, melainkan dipasarkan sebagai produk olahan berharga tinggi yang didukung branding, kemasan, serta strategi pemasaran yang matang.

“Karena itu, kita tidak ingin kekayaan komoditas Indonesia hanya dipasarkan sebagai bahan baku. Kita ingin semakin banyak produk yang diolah di dalam negeri, memiliki merek yang kuat, memperoleh nilai tambah yang lebih tinggi, dan kemudian dikenal oleh konsumen dunia,” tambahnya.

Besarnya peluang sektor specialty nasional ditopang oleh performa impresif berbagai komoditas unggulan Indonesia di pasar internasional. Mulai dari pengolahan kakao, teh, kopi, hingga produk hortikultura dan olahan tembakau, seluruhnya mencatatkan proyeksi pertumbuhan yang sangat menjanjikan.

Baca Juga:  Tim SAR Gabungan Temukan Serpihan Pesawat ATR 42-500 di Maros, Menhub Pastikan Pencarian Intensif

Selain komoditas utama, pameran tahun ini memberi perhatian khusus pada pengembangan industri produk hasil fermentasi berbasis kearifan lokal melalui Indonesian Fermentation Forum Experience. Langkah ini diambil guna menangkap peluang pasar pangan fermentasi global yang diproyeksikan mencapai US$1.243,60 juta pada tahun 2034.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menyampaikan bahwa ajang ini dirancang secara taktis untuk mempertemukan para pelaku usaha lokal dengan para pembeli potensial (potential buyer) dari sektor hotel, restoran, kafe (Horeka), serta ritel internasional.

“Kami berharap ajang ini dapat membuka lebih banyak kolaborasi antara pelaku usaha specialty Indonesia dengan pelaku bisnis pengguna seperti hotel, restoran, kafe, dan ritel internasional, sehingga brand image produk-produk kita semakin kuat dan dikenal di pasar global,” katanya.

Rangkaian Specialty Indonesia 2026 berlangsung pada 10–13 Agustus 2026 dengan melibatkan 48 perusahaan terkurasi dalam pameran serta 30 perusahaan pada sesi business matching. Dihelat bertepatan dengan suasana HUT Kemerdekaan RI, momentum ini turut dimanfaatkan untuk memupuk rasa bangga dan apresiasi terhadap produk-produk berkualitas karya anak bangsa.

sumber : Kemenperin