Boyolali Ditargetkan Jadi Sentra Lele Nasional, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Boyolali, PR Politik – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Boyolali memproyeksikan wilayah tersebut menjadi sentra produsen ikan lele nasional dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Langkah strategis ini diawali dengan implementasi program budidaya tematik sistem bioflok di tiga kecamatan kunci, yakni Wonosamodro, Sambi, dan Andong.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa penguatan ini akan melengkapi keberhasilan kampung budidaya lele yang sudah eksis sebelumnya.

“Kami akan dukung Pemda Boyolali sehingga nanti di banyak desa yang kami kembangkan untuk kegiatan budidaya lele, sehingga ujungnya menjadikan Boyolali sebagai daerah penghasil protein dari ikan lele yang cukup kuat,” ujar Menteri Trenggono saat meninjau lokasi bioflok di Kecamatan Wonosamodro, Kamis (1/1).

Di setiap lokasi budidaya tematik, KKP telah menyiapkan infrastruktur lengkap yang dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Fasilitas tersebut meliputi:

  • Infrastruktur: 24 unit kolam bioflok per lokasi.

  • Input Produksi: 60 ribu ekor benih, pakan berkualitas, serta vitamin ikan.

  • Sarana Pendukung: Mesin aerasi dan genset untuk menjaga stabilitas kualitas air.

Target produksi dari program ini mencapai 5 ton ikan lele per lokasi dengan siklus panen singkat, yakni sekitar 2 hingga 3 bulan. Selain menggerakkan ekonomi perdesaan, program ini diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Program ini selain untuk menggerakkan ekonomi di desa, juga sebagai upaya pemerintah meningkatkan gizi masyarakat. Karena ikan lele ini proteinnya cukup tinggi. Ini juga salah satunya untuk mendukung program MBG,” pungkas Menteri Trenggono.

Bupati Boyolali, Agus Irawan, menegaskan komitmennya untuk mengawal keberhasilan program ini melalui pendampingan teknis dari dinas terkait. Produksi lele Boyolali yang saat ini sudah melampaui 30 ribu ton per tahun diharapkan dapat meningkat tajam untuk menyuplai kebutuhan lokal, terutama menyongsong implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga:  Percepat Pemulihan, Kemenperin Finalisasi Usulan Insentif Otomotif untuk Kebijakan Fiskal 2026

“Dari kedinasan kami, akan turun mengawal dan akan ada pendampingan-pendampingan, sehingga hasil panen bisa memaksimal untuk mencapai target sentra lele. Selain itu hasil produksi untuk menyuplai SPPG yang ada di Kabupaten Boyolali sehingga perputaran ekonomi diharapkan ekonomi bisa kuat di tingkat desa,” jelas Agus Irawan.

Dengan integrasi hulu-hilir ini, Boyolali tidak hanya mengandalkan kampung budidaya lele di Kecamatan Sawit, tetapi juga memperluas cakupan produksinya ke wilayah-wilayah baru. Sepanjang tahun 2025 sendiri, KKP tercatat telah mengembangkan 100 lokasi budidaya tematik serupa di berbagai daerah di Jawa dan DIY sebagai bagian dari transformasi ekonomi berbasis desa.

sumber : KKP RI

Bagikan: