Batam, PR Politik – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh Bupati dan Wali Kota di Indonesia atas sinergi luar biasa dalam membangun sektor pertanian. Berkat dukungan pemerintah daerah, target swasembada beras yang awalnya diproyeksikan memakan waktu empat tahun, kini berhasil dicapai hanya dalam waktu satu tahun.
Hal tersebut ditegaskan Mentan usai menghadiri kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Batam, Kepulauan Riau, Senin (19/1).
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh Bupati/Walikota Se-Indonesia atas support-nya di sektor pertanian. Karena beliau-beliau, kita targetkan swasembada dalam waktu empat tahun tapi alhamdulillah karena support-nya Bupati/Walikota Se-Indonesia sehingga swasembada dicapai dalam waktu satu tahun,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Kerangka Sampel Area (KSA), produksi beras nasional tahun 2025 diprediksi mencapai 34,71 juta ton. Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 13,36 persen atau sekitar 4,09 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang stabil di angka 3,2 juta ton, Mentan menegaskan bahwa Indonesia telah berdiri di atas kaki sendiri dan menutup pintu bagi impor beras.
“Tidak boleh impor beras, kita sudah swasembada. Stok kita melimpah. Jangan mempermainkan nasib rakyat, itu ada petani padi 115 juta orang. Masa tega menzalimi orang kecil,” tegasnya.
Selain menjaga ketersediaan stok, Kementerian Pertanian kini mulai mengalihkan fokus pada penguatan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk di tangan petani. Komoditas unggulan seperti kelapa, kakao, dan mete akan menjadi prioritas karena memiliki permintaan pasar global yang sangat tinggi.
Langkah hilirisasi ini dipandang strategis untuk mengawal visi Indonesia Emas melalui sektor pangan yang tangguh. “Kita lakukan hilirisasi untuk meningkatkan pendapatan petani kita. Terutama sektor yang permintaannya tinggi tingkat dunia. Kelapa, kemudian kakao, mete, dan seterusnya,” jelasnya.
Keberhasilan ini selaras dengan pengumuman Presiden Prabowo Subianto di Karawang awal Januari lalu. Presiden menyampaikan kebanggaannya atas kerja keras komunitas pertanian yang membuat Indonesia tidak lagi tergantung pada bangsa lain dalam hal pangan.
sumber : Kementan RI















