Pelalawan, PR Politik – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, menegaskan kesiapan institusinya untuk mendukung penuh reforestasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Dukungan teknis utama yang akan diberikan adalah penyediaan peta Jasa Lingkungan Hidup (JLH) guna memastikan pemulihan ekosistem gajah berjalan akurat dan efektif.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara peluncuran Reforestasi Kawasan TNTN Tahap I di Desa Segati, Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (3/3). Wamen Diaz menyoroti urgensi penyelamatan kawasan ini mengingat kerusakan TNTN diperkirakan telah mencapai lebih dari 90 persen dari total luas awal 81 ribu hektare.
“Kami mendukung penuh langkah ini demi penyelamatan lingkungan. Melalui peta JLH, KLH/BPLH akan membantu memprioritaskan wilayah dengan nilai jasa lingkungan tinggi untuk rehabilitasi dan restorasi. Selain itu, dalam pembangunan ekosistem gajah atau pembuatan saltlick, kami dapat menyediakan data peta JLH pengatur air,” jelasnya.
Selain dukungan data spasial, KLH/BPLH juga membuka peluang penguatan rehabilitasi melalui aspek finansial. Ia menyebutkan bahwa pemulihan kawasan hutan yang terdegradasi ini dapat didukung oleh instrumen pendanaan hijau nasional.
“Kami juga bisa mengakses pendanaan dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) untuk upaya rehabilitasi dan reforestasi,” ujarnya.
Komitmen ini merupakan bagian dari upaya masif pemerintah untuk menghijaukan kembali Tesso Nilo yang saat ini hanya menyisakan sedikit area hutan asli akibat perambahan liar.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan bahwa restorasi TNTN tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor yang melibatkan 11 kementerian dan lembaga terkait.
“Dengan sinergi kolaborasi dengan 11 kementerian dan lembaga, persoalan ini kita bisa atasi bersama, hari ini kita reforestasi 400 ha, tapi tahun ini kami targetkan 2.574 ha di tahap pertama,” tegasnya.
Plt. Gubernur Riau sekaligus Kepala Tim Percepatan Pemulihan TNTN (TP2TNTN), Sofyan Franyata Hariyanto, menyambut baik dukungan pusat namun mengingatkan pentingnya konsistensi operasional di lapangan hingga target tahun 2028 tercapai.
“Kami di daerah siap melaksanakan dan mengawal implementasi di lapangan, kami berharap dukungan dari pemerintah pusat terkait dukungan operasional memadai, sehingga pemulihan hingga tahun 2028 bisa berjalan efektif,” ungkapnya.
Acara ditutup dengan penanaman pohon secara simbolis oleh jajaran pejabat tinggi, termasuk Kapolda Riau Herry Heryawan, Pangdam Tuanku Tambusai Agus Waluyo, serta perwakilan dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Langkah ini menandai dimulainya babak baru perlindungan habitat satwa ikonik Sumatera di tengah kepungan degradasi lahan.
sumber : Kemenlh RI















