Wamenaker Afriansyah Noor: Pelatihan Vokasi Harus Berorientasi Hasil, Bukan Sekadar Administrasi

Padang, PR Politik – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa program pelatihan vokasi di Indonesia harus memberikan dampak konkret terhadap keterserapan tenaga kerja. Ia memperingatkan agar balai-balai latihan tidak terjebak pada pemenuhan kegiatan administratif semata tanpa menghasilkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamenaker saat membuka rangkaian Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), webinar, dan short course di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Sumatera Barat, Senin (2/3).

“Oleh karena itu, pelatihan vokasi tidak boleh sekadar menggugurkan kegiatan. Pelatihan harus menghasilkan kompetensi yang diakui dan dibutuhkan pasar kerja. Jika pelatihan tidak meningkatkan peluang kerja, maka pendekatannya harus kita perbaiki bersama,” ujarnya.

Wamenaker menyoroti pentingnya akurasi informasi pasar kerja dalam menyusun perencanaan program pelatihan. Strategi link and match menjadi harga mati agar lulusan balai latihan dapat langsung terserap oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus menginstruksikan seluruh unit pelaksana teknis untuk memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai mitra pemberi kerja.

“Kami terus mendorong seluruh balai pelatihan di lingkungan Kemnaker untuk aktif membangun kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, termasuk BPVP Padang yang selama ini konsisten memperkuat kolaborasi strategis,” tambahnya.

Selain fokus pada industri manufaktur dan jasa, Kemnaker juga menekankan aspek inklusivitas. Langkah BPVP Padang yang menyelenggarakan pelatihan khusus bagi penyandang disabilitas dan lansia mendapat apresiasi khusus sebagai bentuk penyetaraan akses kompetensi bagi kelompok rentan.

“Pelatihan vokasi harus membuka akses seluas-luasnya, termasuk bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Kita ingin semua memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang kerja,” tegasnya.

Untuk memperkuat penempatan lulusan, BPVP Padang diketahui telah menjalin kemitraan dengan BP3MI guna membidik pasar kerja luar negeri, serta bekerja sama dengan Universitas Negeri Padang dalam pengembangan kebekerjaan berbasis heritage.

Baca Juga:  Wamenkeu Sebut Belanja Pemerintah Pusat Mei 2025 Terelaisasi Pada Rp694,2 T

Melalui penguatan PBK dan pemanfaatan sistem informasi pasar kerja yang mutakhir, Kemnaker menargetkan pada tahun 2026 terjadi lonjakan signifikan pada jumlah tenaga kerja tersertifikasi dan peningkatan produktivitas nasional, khususnya di wilayah Sumatera Barat.

sumber : Kemnaker RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru