Tanah Datar, PR Politik – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secara resmi memulai pembangunan delapan unit sabo dam sebagai langkah strategis pengendalian lahar dan sedimen di kawasan Gunung Marapi, Sumatera Barat. Proyek ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilaksanakan di Nagari Sungai Jambu, Kabupaten Tanah Datar, Selasa (3/3).
Pembangunan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascaerupsi serta banjir lahar dingin yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2024. Langkah ini juga menjadi upaya pemerintah dalam memperkuat sistem mitigasi bencana hidrometeorologi secara komprehensif di Sumatera Barat.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi warga dari ancaman bencana. Seluruh pengerjaan dipastikan mengacu pada rencana induk (master plan) pengendalian sedimen Marapi yang telah disusun secara matang.
“Bencana tidak bisa lagi dipandang sebagai pekerjaan sektoral semata. Ini harus dibaca sebagai bagian dari strategi ketahanan nasional yang menyentuh langsung kehidupan rakyat. Dalam arah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, ketahanan energi, pangan, dan air menjadi fondasi utama pembangunan bangsa,” tegasnya.
Secara teknis, Kementerian PU menargetkan pembangunan total 56 unit sabo dam yang tersebar di 24 sungai di lereng Gunung Marapi. Untuk pengerjaan Tahap I (TA 2025–2027), akan dibangun delapan sabo dam dan satu rangkaian pekerjaan pengatur sungai (river training works). Alokasinya mencakup lima unit di Kabupaten Tanah Datar dan tiga unit di Kabupaten Agam, dengan total kapasitas tampungan sedimen mencapai 440.000 meter kubik.
Dalam proses pembangunannya, Menteri Dody menginstruksikan jajarannya untuk mengoptimalkan potensi daerah, baik dari sisi sumber daya manusia maupun material.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, masyarakat setempat tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus berperan aktif dalam proses pembangunan. Kami akan mengutamakan penggunaan material dan tenaga kerja lokal agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.
Kehadiran delapan sabo dam ini diproyeksikan memberikan perlindungan langsung bagi sekitar 37.200 penduduk serta mengamankan lahan pertanian seluas 9,56 hektare. Selain itu, infrastruktur ini sangat vital untuk menjaga stabilitas jalan nasional sepanjang 2,1 km agar tetap berfungsi normal dan tidak terputus saat terjadi banjir lahar.
Melanjutkan agenda perlindungan jangka panjang, Kementerian PU juga telah menyiapkan program lanjutan untuk periode 2026–2029. Rencana tersebut mencakup penambahan 10 unit sabo dam dan 22 unit check dam di wilayah Tanah Datar, Agam, Padang Pariaman, hingga Kota Padang. Pemerintah berkomitmen menjalankan pembangunan dengan prinsip build back better, guna menciptakan infrastruktur yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sumatera Barat.
sumber : Kemenpu RI















