Jakarta, PR Politik – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menekankan pentingnya strategi mitigasi yang kuat menjelang pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) dan pilkada ulang di beberapa daerah. Hal ini bertujuan untuk mencegah terulangnya PSU dan pilkada di masa depan.
“Untuk strategi upaya mitigasinya harus bagus, ini kita harus siapkan skema (mitigasi), misalnya ada PSU lagi, apa yang kita lakukan (untuk mengantisipasinya),” ujar Ribka dalam rapat di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Ribka mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, baik secara vertikal maupun horizontal. Ia percaya bahwa koordinasi yang solid adalah kunci untuk mempercepat persiapan dan menjaga stabilitas keamanan selama PSU dan Pilkada Ulang.
“Harus betul-betul kita siapkan, kita menutupi semua celah ya, dari sisi keuangannya, kemudian koordinasi lintas sektor, terus dari sisi keamanannya,” jelas Ribka. Ia juga menekankan pentingnya pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan dari tahap persiapan hingga hari pelaksanaan.
Senada dengan Wamendagri, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtera Banong sebelumnya juga meminta penyelenggara pemilu untuk mematangkan persiapan guna menghindari PSU berulang.
“Agar betul-betul persiapan dan kesiapannya dalam rangka PSU maupun Pilkada ulang dipersiapkan secara matang,” kata Bahtra dalam rapat kerja dengan Kemendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (14/7/2025).
Ia menambahkan, persiapan dan pengawasan PSU harus patuh pada aturan dan prosedur agar tidak menimbulkan gugatan yang bisa menunda tahapan pemilu.
sumber : AntaraNews















