Boyolali, PR Politik – Wakil Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah rest area di sepanjang tol Trans Jawa, Selasa (17/3). Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan pengelolaan sampah menjelang lonjakan pemudik Lebaran, sekaligus memantau kepatuhan pengelola terhadap sanksi administratif yang telah dijatuhkan pemerintah.
Sanksi paksaan tersebut diberikan menyusul temuan pengelolaan sampah yang tidak sesuai standar pada masa libur Natal dan Tahun Baru lalu. Pemerintah memberikan tenggat waktu perbaikan hingga Mei mendatang.
“Kami di sini ingin melihat pengelolaan sampah mengingat sebentar lagi akan masuk musim liburan. Selain itu, kami juga ingin melihat progres surat sanksi administrasi yang disampaikan oleh KLH karena tenggat waktunya di bulan Mei,” tegasnya.
Wamen Diaz meninjau beberapa titik strategis, di antaranya Rest Area KM 487 A (Boyolali), KM 519 A (Sragen), KM 725 A (Gresik), dan KM 754 A (Sidoarjo). Dalam pantauannya, ia menekankan bahwa pemilahan sampah, terutama sampah organik dari sektor kuliner di rest area, menjadi kunci utama agar beban sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat dikurangi.
“Jangan sampai sampahnya tercampur, kalau restoran banyak pasti limbah organik akan lebih banyak, jadi harus ada pemilahan,” ujar Wamen Diaz mengingatkan para pengelola.
Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara PT Jasa Marga, pengelola rest area, dan pihak ketiga agar sistem manajemen limbah dapat berjalan lebih profesional. Menurutnya, pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat sangat diperlukan agar permasalahan ini segera tuntas.
“Tolong dikerja samakan dengan pihak ketiga agar sampah bisa dikelola kalau belum ada upaya masyarakat untuk melakukan pengumpulan dan memilah, bisa juga koordinasi dan didampingi oleh Kepala Dinas LH terdekat agar selesai,” jelasnya.
Tidak hanya menyasar sisi manajerial, Wamen Diaz turut mengimbau para pemudik untuk memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan fasilitas publik. Ia meminta masyarakat aktif memanfaatkan fasilitas tong sampah terpilah yang telah dikategorikan untuk organik, anorganik, dan limbah B3.
“Untuk para pemudik, rest area sudah menyediakan tong sampah terpilah untuk sampah organik, anorganik, dan limbah B3, jadi tolong buang sampah sesuai tempatnya,” imbaunya.
Sebagai bentuk edukasi nyata, dalam kunjungan tersebut Wamen Diaz membagikan lunch box dan tumbler kepada para pengguna jalan tol. Aksi ini merupakan upaya simbolis untuk mengajak masyarakat menghindari penggunaan plastik sekali pakai selama perjalanan mudik.
Dalam peninjauan ini, Wamen Diaz didampingi oleh sejumlah pejabat teras KLH/BPLH, termasuk Sigit Reliantoro, Rasio Ridho Sani, Erik Teguh Primiantoro, dan Noer Adi Wardjojo.
sumber : Kemenlh RI















