Meitri Citra Wardani Soroti Penanganan Banjir dan Sampah di Kabupaten Mojokerto

Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur VIII dari Fraksi PKS, Meitri Citra Wardani | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik (27/12) – Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur VIII dari Fraksi PKS, Meitri Citra Wardani, menyoroti penanganan masalah banjir dan sampah di Kabupaten Mojokerto. Dalam rangkaian kegiatan reses yang berlangsung dari 16 hingga 24 Desember 2024 di hampir 14 titik di Kabupaten Mojokerto, Meitri mencatat kedua isu ini menjadi perhatian utama masyarakat.

“Pertemuan dengan warga ini menjadi momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat serta merumuskan solusi bersama terkait permasalahan riil yang dihadapi. Hal ini sekaligus menjadi bekal penting yang dapat kami bawa dalam rapat kerja bersama pemerintah untuk tindak lanjut kegiatan reses,” ujar Meitri.

Meitri mengungkapkan bahwa banjir menjadi keluhan utama warga di sejumlah wilayah, seperti Dusun Gedangan, Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis, dan Dusun Gebang Malang, Kecamatan Mojoanyar. Warga menyoroti buruknya sistem drainase, tidak memadainya saluran air, serta kurangnya tanggul dan embung untuk mengantisipasi luapan air saat hujan deras.

“Banjir tahunan yang terus terjadi membutuhkan solusi nyata, mulai dari pembangunan gorong-gorong yang sesuai standar serta peningkatan kualitas pemeliharaannya hingga penyediaan pompa air dalam jumlah dan kondisi yang memadai agar dapat mencegah genangan meluas,” jelas Meitri.

Baca Juga: Hasto Kristiyanto Tanggapi Penetapan Tersangka oleh KPK dalam Kasus PAW

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk memastikan perencanaan dan pelaksanaan proyek infrastruktur berjalan dengan baik.

“Selain pendekatan infrastruktur, edukasi masyarakat juga penting. Kesadaran untuk tidak membuang sampah di saluran air harus terus ditingkatkan. Perlu ada pengawasan dan penegakan hukum yang konsisten terhadap mereka yang melanggar guna memberikan efek jera. Warga sekitar maupun pemerintah setempat perlu berkolaborasi terkait hal ini agar sistem drainase dapat berfungsi optimal dan tidak menjadi bom waktu kala hujan deras tiba,” tambahnya.

Baca Juga:  Nevi Zuairina: Pentingnya Penyelesaian Masalah Strategis Sektor Migas untuk Menarik Investasi ke Indonesia

Masalah pengelolaan sampah juga menjadi sorotan Meitri selama kunjungan reses. Warga dari Dusun Sidoleh, Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi, dan Dusun Losari, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, mengeluhkan minimnya fasilitas tempat pembuangan akhir (TPA) serta kurangnya edukasi tentang pengelolaan sampah. Kondisi ini menyebabkan penumpukan sampah di berbagai titik yang tidak hanya mencemari lingkungan tetapi juga menimbulkan risiko penyebaran penyakit.

“Kami mengusulkan agar warga dapat mengakses dana desa untuk membangun fasilitas pengelolaan sampah sederhana seperti bank sampah. Sementara, pemerintah desa setempat juga bisa mengajukan proposal program CSR dari perusahaan yang beroperasi di sekitar desa guna membantu penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan,” terangnya.

Baca Juga: Bambang Purwanto Serahkan Lima Unit Kendaraan Tosa untuk Pengelolaan Sampah di Kotawaringin Barat

Meitri juga berkomitmen untuk mendorong pemerintah pusat menyalurkan program-program yang relevan terkait pengelolaan sampah kepada konstituen yang membutuhkan. “Kita berharap dapat mendorong terwujudnya program inovatif seperti strategi pengolahan sampah agar bisa jadi barang bernilai sekaligus penyediaan sarana pendukungnya semisal pelatihan yang diperlukan atau fasilitas pendukung. Dengan cara ini, diharapkan masalah lingkungan dapat diatasi sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Semua akan berjalan efektif apabila masing-masing pihak berkolaborasi sesuai dengan kapasitas dan kewenangannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Meitri menegaskan komitmennya untuk membawa semua aspirasi warga yang relevan ke dalam rapat kerja DPR dengan Pemerintah. Ia berharap DPR, pemerintah daerah, dan pusat dapat bersinergi lebih baik untuk menuntaskan masalah warga Kabupaten Mojokerto.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru