Rekor Sejarah: Cadangan Beras Bulog Tembus 4,7 Juta Ton, Ketahanan Pangan RI Aman hingga 11 Bulan

Jakarta, PR Politik – Di tengah eskalasi ketegangan geopolitik Timur Tengah yang mengancam stabilitas logistik dan harga pangan dunia, Indonesia justru mencatatkan rekor fundamental dalam ketahanan pangan nasional. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog kini mencapai 4,7 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah berdirinya lembaga tersebut.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa capaian ini merupakan langkah antisipatif pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian global yang kian tajam. Dengan tren positif ini, cadangan pangan nasional terus bergerak menuju target 5 juta ton.

“Cadangan kita saat ini 4,7 juta ton dan terus menuju 5 juta ton. Dengan posisi ini, kebutuhan pangan kita cukup hingga 11 bulan ke depan. Ini adalah bentuk kesiapan Indonesia dalam menghadapi potensi krisis pangan global,” tegasnya, Rabu (15/4).

Ketahanan pangan Indonesia saat ini ditopang oleh tiga pilar utama yang kokoh:

  1. Cadangan Pemerintah (CBP): 4,7 juta ton di gudang Bulog (Rekor Tertinggi).

  2. Sektor Domestik & HoReCa: Ketersediaan beras di pasar, hotel, restoran, dan katering mencapai 12 juta ton.

  3. Produksi Berkelanjutan: Proyeksi kontribusi dari standing crop (padi yang siap panen) hingga akhir tahun.

Sinergi ketiga lapisan ini menjadi fondasi utama yang memastikan kebutuhan perut rakyat tetap terjaga tanpa harus bergantung pada kebijakan ekspor negara lain.

Kekuatan cadangan pangan ini merupakan buah dari visi strategis Presiden Prabowo Subianto yang ditekankan sejak awal masa pemerintahannya. Ia menegaskan bahwa ketergantungan pada sumber pangan luar negeri adalah kerentanan struktural yang berbahaya saat krisis melanda.

“Dengan swasembada pangan, kita aman. Kita tidak boleh lagi bergantung pada sumber dari luar negeri. Dalam krisis global, tidak ada negara yang akan rela melepas pangannya ke luar negeri. Ini adalah hukum sejarah,” ujarnya dalam arahannya.

Baca Juga:  Menkomdigi Tinjau Persiapan Karnaval Kemerdekaan, Usung Tema Digital untuk Indonesia Emas 2045

Prinsip tersebut kembali ditegaskan saat momen Panen Raya Karawang awal Januari lalu. Beliau menyebutkan, “Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain.”

Mengenai seruan Rusia untuk membangun cadangan pangan bersama negara-negara anggota BRICS, Kementerian Pertanian (Kementan) memandang inisiatif tersebut sebagai langkah strategis yang sejalan dengan penguatan sistem ketahanan pangan dunia. Sebagai bagian dari kelompok ekonomi berkembang tersebut, Indonesia berada pada posisi strategis untuk berkontribusi pada stabilitas kawasan.

Mentan Amran mengingatkan bahwa dunia saat ini sedang berada dalam fase penuh risiko, baik akibat konflik maupun kebijakan proteksionisme negara pengekspor.

“Dunia saat ini dihadapkan pada ketidakpastian. Bisa karena konflik, bisa karena kebijakan negara lain yang membatasi ekspor. Karena itu, kita harus memastikan produksi dalam negeri kuat dan cadangan kita cukup,” pungkasnya.

Dengan stok yang melimpah dan manajemen cadangan yang terukur, Indonesia kini menempatkan diri sebagai salah satu negara dengan ketahanan pangan paling stabil di tengah dinamika geopolitik global yang kompleks.

sumber : Kementan RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru