Jakarta, PR Politik (25/12) – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Abdul Fikri Faqih, menyerukan pentingnya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang berwawasan lingkungan dan edukasi bagi masyarakat sebagai kunci adaptasi bencana di Jawa Tengah.
“Jawa Tengah rawan bencana hidrometeorologi basah. Perencanaan pembangunan harus mempertimbangkan aspek lingkungan untuk meminimalisir risiko,” kata Fikri dalam keterangannya.
Fikri, yang juga meraih gelar Doktor Ilmu Lingkungan (DIL) dari Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, menyoroti perlunya Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang komprehensif dalam Perda RTRW. “Dalam forum rapat koordinasi siaga bencana beberapa hari lalu di Semarang, saya menyampaikan bahwa Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang serius sangat penting, terutama karena Jateng berada di ring of fire,” tegasnya.
Selain itu, saat terjadi bencana, Fikri mengungkapkan bahwa mitigasi adalah langkah yang perlu dilakukan. “Kalau sudah jadi bencana, teorinya ada dua yaitu mitigasi dan adaptasi. Operasi modifikasi cuaca yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) adalah salah satu usaha mitigasi,” papar dia.
Fikri menambahkan bahwa setelah mitigasi, adaptasi juga penting agar masyarakat tidak panik. “Kesiapan menyesuaikan dengan kondisi bencana harus dilakukan dengan gencarnya informasi cuaca dan bencana sejak dini agar masyarakat tahu dan memilih kemana, kapan, dan apa yang bisa mereka lakukan. Adaptasi mesti didukung edukasi yang gencar tentang bagaimana menghadapi berbagai jenis bencana, dan edukasi ini harus dilakukan bersama sektor dan elemen lain,” ujarnya.
Baca Juga: Usman Husin Minta Pembatalan Aturan yang Memberatkan Nelayan
Dia mencontohkan bahwa saat ini BMKG sudah memberikan informasi mengenai tanggal-tanggal tertentu yang berpotensi terjadi longsor atau banjir. “Informasi ilmiah ini sangat dibutuhkan sebagai dasar adaptasi,” tandas legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari daerah pemilihan Jateng IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes).
Fikri juga menyoroti perlunya edukasi masyarakat terkait bencana, selain program trauma healing pasca bencana. “Perlu edukasi yang tepat dan masif kepada masyarakat supaya mereka tidak panik,” pungkasnya.
Sumber: fraksi.pks.id















