Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS yang juga menjabat sebagai Wasekjen PKS, Rahmat Saleh, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tiga peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Para korban gugur saat tengah mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) sebagai bagian dari proses penggemblengan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Ketiga peserta yang dilaporkan meninggal dunia tersebut adalah Anisa Muyassaroh, yang wafat akibat heat stroke saat mengikuti pelatihan di Balikpapan; Yonanda Muhammad Taufiq, yang mengembuskan napas terakhir akibat henti jantung saat mengikuti pelatihan di Baturaja; serta Novia Rahmadhani Sihotang, yang meninggal dunia usai mengikuti latihan militer di Satuan Pendidikan Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.
Wakil Sekretaris Jenderal Organisasi, Administrasi, dan Literasi Kepartaian PKS ini menegaskan bahwa peristiwa memilukan tersebut harus menjadi bahan evaluasi total dan serius bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan program.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Saudari Anisa Muyassaroh dan Saudara Yonanda Muhammad Taufiq. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Namun di sisi lain, kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi yang serius agar tidak terulang kembali di masa mendatang,” katanya dalam keterangan resminya, Sabtu (27/6).
Menurutnya, evaluasi tidak boleh hanya menyentuh aspek pengawasan kesehatan peserta di lapangan, melainkan harus merombak desain dan menguji relevansi bobot pelatihan fisik militer yang diberikan kepada calon manajer KDMP.
Ia mengingatkan bahwa KDMP merupakan salah satu program ekonomi strategis nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diproyeksikan mampu memperkuat otot perekonomian desa. Oleh karena itu, keberhasilan program mulia ini wajib didukung oleh proses rekrutmen serta model pelatihan yang tepat sasaran tanpa mengorbankan keselamatan jiwa.
“Program Koperasi Desa Merah Putih adalah program besar yang membawa harapan bagi penguatan ekonomi desa. Justru karena program ini penting, maka seluruh tahapan pelaksanaannya harus benar-benar diperhatikan agar tujuan yang baik tidak terganggu oleh persoalan yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal,” ujarnya.
Politisi PKS asal Sumatera Barat tersebut mendorong kementerian terkait untuk melakukan kajian mendalam mengenai efektivitas dan urgensi pelaksanaan Latsarmil bagi calon manajer koperasi yang berlatar belakang murni dari kalangan sipil.
“Kita tentu memahami semangat membangun disiplin, integritas, dan jiwa pengabdian. Namun perlu dievaluasi secara objektif apakah bentuk pelatihan yang diterapkan saat ini sudah paling relevan dengan kebutuhan calon manajer koperasi yang nantinya akan mengemban tugas-tugas manajerial, bisnis, tata kelola organisasi, hingga pengembangan usaha di desa,” cecarnya.
Rahmat menilai, kurikulum pelatihan bagi calon manajer seharusnya lebih diorientasikan untuk memperkuat kapasitas teknis, penguasaan ekosistem bisnis, dan kompetensi manajerial yang riil dibutuhkan dalam operasional harian KDMP di lapangan.
“Fokus utama yang harus dipastikan adalah bagaimana para manajer ini benar-benar siap mengelola koperasi secara profesional. Mereka harus menguasai aspek manajemen, tata kelola keuangan, pengembangan usaha, digitalisasi, hingga pemberdayaan masyarakat desa. Sistem pelatihan harus optimal untuk mendukung kebutuhan tersebut,” lanjutnya.
Mengakhiri pernyataannya, ia menekankan kembali bahwa para peserta digalang dari komponen sipil dengan latar belakang pendidikan yang beragam, sehingga pendekatan latihan fisiknya wajib disesuaikan dengan kapasitas tubuh manusia awam.
“Calon manajer KDMP ini bukan prajurit militer. Mereka berasal dari masyarakat sipil yang sedang dipersiapkan menjadi penggerak ekonomi desa. Karena itu tentu diperlukan penyesuaian metode, intensitas, maupun standar pelatihan agar tetap relevan, proporsional, aman, dan sesuai dengan kebutuhan tugas yang akan mereka jalankan nantinya,” ucapnya memungkasi desakannya kepada pemerintah.
sumber : PKS















