Dorong Kredit Tumbuh 15 Persen, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Guyur Likuiditas Rp400 Triliun ke Himbara

Jakarta, PR Politik – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah memperkuat likuiditas perbankan melalui penempatan dana hingga Rp400 triliun ke bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah strategis ini ditempuh guna menjaga fungsi intermediasi perbankan, mendorong penyaluran kredit ke sektor riil, serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Menkeu meyakini kebijakan tersebut andal memacu pertumbuhan kredit hingga kisaran 14-15 persen pada tahun ini.

Menkeu menjelaskan bahwa keputusan mengembalikan sekaligus menambah penempatan dana pemerintah di Himbara merupakan respons cepat atas kondisi likuiditas perbankan yang mulai mengetat. Dengan likuiditas yang lebih memadai, sektor perbankan diharapkan memiliki ruang gerak lebih besar untuk menyalurkan kredit kepada dunia usaha.

“Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita. Jadi harusnya bunga di pasar akan turun. Ekonomi siap lari lagi,” ujarnya dalam media briefing di Jakarta, Jumat (26/6).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan perwujudan arahan langsung dari Presiden agar berbagai hambatan struktural terhadap pertumbuhan ekonomi dapat segera diatasi di lapangan. Penambahan likuiditas berskala besar ini diyakini akan memperkuat kepercayaan pelaku usaha, meningkatkan investasi, sekaligus mendukung penguatan ekonomi nasional secara agregat.

“Pak Presiden ingin ekonominya tetap jalan, semua gangguan dihilangkan. Kalau kita balikan perspektif ekonomi, ekonomi akan lari lagi. Orang cenderung investasi di negara yang ekonominya akan lari,” jelasnya.

Melalui intervensi kebijakan ini, ia menilai penguatan likuiditas akan mendorong mekanisme pasar kembali bekerja secara optimal sehingga fungsi intermediasi perbankan dapat berjalan jauh lebih efektif.

“Jadi saya memaksa market mechanism berjalan,” ujarnya menegaskan arah kebijakannya.

“Mereka bilang kalau nggak dibantu, kredit akan tumbuh turun pertumbuhannya ke 8 persen, 7 persen, 6 persen. Ketika kita balikin lagi, rencana kredit yang mereka selama ini tahan karena antisipasi kurangnya likuiditas akan dijalankan lagi. Pasti kreditnya tumbuh double digit, mungkin 13-14 persen,” katanya.

Baca Juga:  Mensos Gus Ipul Perlihatkan Almamater Sekolah Rakyat, Seragam Resmi untuk Siswa

Apabila kondisi likuiditas makro tetap terjaga stabil sesuai dengan desain yang dirancang pemerintah, ia optimistis pertumbuhan kredit nasional dapat meningkat lebih tinggi.

“Kalau uangnya diatur cukup seperti yang kita desain, pertumbuhan kredit tahun ini tebakan saya bisa 14-15 persen,” ujarnya.

Kendati agresif dalam menjaga likuiditas perbankan, Menkeu memastikan penguatan industri keuangan ini tidak akan mengganggu kesehatan fiskal negara. Ia menegaskan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap berada dalam batas yang aman, rigid, dan terkendali.

“Yang jelas, kondisi fiskal aman, defisit tidak akan lebih 3 persen, hampir pasti. Kita bisa kendalikan dengan baik karena ruangnya semakin terbuka lebar,” ucapnya mengakhiri keterangannya.

sumber : Kemenkeu RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru