Pangkep, PR Politik – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) Badan P2SDM mendorong generasi muda di sekitar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tabo-Tabo, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, untuk mengembangkan bisnis edu-ekowisata berbasis kelestarian lingkungan pada Jumat (18/9).
Sebanyak 30 pemuda berusia 17–30 tahun yang telah lulus Bimbingan Teknis resmi membentuk wadah kelembagaan Koperasi Jasa Panrita Deswita Mandiri. Guna menyokong unit bisnis baru ini, Pusgenri menyerahkan bantuan 27 paket alat produktif untuk memicu lima unit usaha tematik: camping ground, sekolah alam, trekking–forest healing, pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), serta wisata religi dan budaya.
Kepala Pusgenri, Luckmi Purwandari, menegaskan bahwa bantuan sarana ini disiapkan agar program pembinaan generasi muda dapat bertransisi menjadi ekosistem wirausaha mandiri yang berdampak ekonomi tanpa merusak ekosistem hutan.
“Kami ingin anak muda di sekitar hutan tidak hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi tumbuh menjadi pelaku usaha. Tabo-Tabo memiliki potensi alam, HHBK, wisata, dan pengetahuan lokal yang dapat dikembangkan secara kreatif. Ketika anak muda memperoleh keterampilan, alat, kelembagaan, dan akses usaha, menjaga hutan dapat berjalan bersama dengan menciptakan peluang ekonomi,” ujarnya.
Selain penyerahan perlengkapan operasional, para peserta dibekali materi manajemen wirausaha meliputi penyusunan Business Model Canvas, pengelolaan arus kas (cash flow), hingga kalkulasi Harga Pokok Produksi (HPP).
Penguatan kelembagaan turut menyentuh aspek perizinan legalitas. Berkolaborasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), para pemuda mengikuti klinik perizinan berbasis sistem OSS-RBA hingga berhasil menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) atas nama Koperasi Jasa Panrita Deswita Mandiri.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya usaha, tetapi ekosistemnya. Anak muda Tabo-Tabo memiliki kawasan untuk belajar dan berkarya, potensi yang dapat dikembangkan, serta kelembagaan koperasi sebagai wadah bersama. Tantangannya sekarang adalah memastikan seluruh dukungan ini benar-benar bergerak menjadi usaha yang produktif, mandiri, dan tetap menjaga kelestarian KHDTK Tabo-Tabo,” ungkapnya.
Inisiatif kolaboratif ini didukung oleh Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian, DLHK Provinsi Sulawesi Selatan, DPMPTSP, serta jajaran Pemkab Pangkep guna memastikan pendampingan kewirausahaan pemuda berlangsung secara berkesinambungan.
sumber : Kemenhut















