Potensi Ekonomi Syariah Baru Dimanfaatkan Seukuran Lapangan Pingpong, PKS Siap Sodorkan Rekomendasi ke Kabinet Prabowo

Jakarta, PR Politik – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui forum IQRO PKS menggelar diskusi strategis bertajuk “Agenda Strategis Ekonomi Syariah: Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia” pada Kamis (6/8). Agenda yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan ini diselenggarakan di Aula Kantor DPTP PKS, Jakarta.

Dalam keynote speech-nya, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf menyampaikan bahwa forum diskusi ini merupakan langkah nyata untuk menindaklanjuti hasil Musyawarah Majelis Syura ketiga. Salah satu poin krusial amanah tersebut adalah melakukan pengarusutamaan ekonomi syariah secara masif di Indonesia.

“Di antara empat keputusan Majelis Syura adalah untuk PKS memperjuangkan ekonomi syariah melalui pejabat publik, terutama di DPR RI dan di kabinet Presiden Prabowo. Diskusi ini adalah tindak lanjut keputusan Majelis Syura,” ujarnya.

Ia memaparkan data bahwa Indonesia mengantongi modalitas sosial yang luar biasa sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, yakni mencapai 251 juta jiwa atau setara dengan 87,15 persen dari total penduduk. Kendati demikian, potensi raksasa dari sektor perwakafan nasional serta industri halal terhitung belum dikelola secara optimal.

“Jadi ekonomi syariah punya potensi sebesar lapangan bola tapi kita baru bermain sebesar lapangan ping-pong,” sentilnya menggunakan analogi.

Oleh karena itu, PKS yang kini berada di dalam barisan koalisi pemerintahan berkomitmen untuk mengangkat tema ini sebagai instrumen perjuangan politik. Sektor syariah diyakini mampu menjadi mesin baru untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi nasional yang dinilai masih stagnan di angka 5 persen selama satu dekade terakhir.

Langkah taktis yang diambil PKS ini diharapkan dapat mengisi ruang kosong dari kebijakan ekonomi nasional yang selama ini dinilai masih minim memberikan sorotan khusus pada instrumen keuangan berbasis syariah.

Baca Juga:  Upacara HUT ke-81 RI di DPP Golkar: Serukan Persatuan Nasional dan Terjunkan Tim Kemanusiaan untuk Bencana NTT-Sumatera

“Di tengah pemerintah ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kita ingin mengangkat isu ekonomi syariah ini yang belum banyak disoroti oleh pemerintah. Hari ini kita berkumpul dan berdiskusi untuk mengumpulkan rekomendasi,” ungkapnya.

Rangkaian diskusi strategis untuk merumuskan lembar rekomendasi nasional ini menghadirkan Pakar Ekonomi Syariah terkemuka, Prof. Muhammad Syafi’i Antonio, sebagai narasumber utama. Selain itu, hadir pula Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin), Handi Risza, yang bertindak selaku penanggap diskusi untuk menajamkan draf rekomendasi politik PKS.

sumber : PKS