Rekor Tertinggi Sejak 2022, Indeks Kepercayaan Industri Januari 2026 Tembus Level 54,12

Jakarta, PR Politik – Sektor manufaktur nasional membuka lembaran tahun 2026 dengan performa gemilang. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Januari 2026 mencapai level 54,12, sebuah angka yang mencatatkan rekor tertinggi sejak indeks ini pertama kali diperkenalkan pada November 2022.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, mengungkapkan bahwa lonjakan sebesar 2,22 poin dari bulan sebelumnya ini menunjukkan optimisme pelaku usaha yang sangat kuat di awal tahun.

“Capaian ini juga lebih tinggi 1,02 poin dibandingkan Januari 2025, yang menandakan penguatan kepercayaan pelaku industri terhadap prospek usaha di awal tahun,” ujarnya di Jakarta, Kamis (29/1).

Kenaikan kepercayaan ini didukung oleh kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 4,75 persen, yang memberikan sinyal stabilitas nilai tukar dan inflasi. Dari 23 subsektor industri pengolahan, sebanyak 20 subsektor telah berada pada fase ekspansi, menyumbang 94,7 persen terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas.

Ia menjelaskan bahwa geliat industri ini dipicu oleh kesiapan perusahaan dalam menyambut lonjakan permintaan musiman. “Kami menilai peningkatan IKI terjadi karena pelaku industri mulai mengintensifkan kegiatan produksi untuk merespons dan memenuhi peningkatan permintaan menjelang bulan Ramadan, Hari Raya Idulfitri, serta hari raya keagamaan lainnya,” jelasnya.

Subsektor otomotif serta mesin dan perlengkapan menjadi kontributor IKI tertinggi. Hal ini dipengaruhi oleh respons positif pasar terhadap usulan kebijakan strategis antara Kemenperin dan Kementerian Keuangan.

Salah satu sorotan utama dalam laporan ini adalah kembalinya variabel produksi ke zona ekspansi di level 54,86 setelah sempat terkontraksi selama tujuh bulan berturut-turut. Indeks pesanan juga menunjukkan penguatan signifikan ke angka 55,27.

“Kembalinya variabel produksi ke zona ekspansi disebabkan karena industri sedang intensif memproduksi barang untuk memenuhi peningkatan demand hari besar keagamaan pada bulan Februari dan Maret 2026,” katanya.

Baca Juga:  Menhub Dudy Sebut Mudik Lebaran 2025 Berjalan Lancar

Meskipun pasar domestik tetap menjadi penopang utama, IKI yang berorientasi ekspor juga merangkak naik ke level 54,62. Hal ini menunjukkan resiliensi industri nasional di tengah tantangan geopolitik global yang masih membayangi subsektor kulit, kayu, dan elektronik.

Penguatan sektor industri ini juga tervalidasi oleh realisasi investasi industri pengolahan pada Triwulan IV 2025 yang mencapai Rp218,2 triliun. Angka ini mencakup 43,9 persen dari total investasi nasional. Kenaikan impor barang modal sebesar 17,27 persen menandakan bahwa banyak perusahaan tengah melakukan peremajaan mesin dan perluasan kapasitas produksi.

Kemenperin berkomitmen untuk terus menjaga momentum ini melalui percepatan transformasi industri hijau dan digital. “Capaian IKI Januari 2026 menjadi modal awal yang kuat bagi industri nasional untuk terus tumbuh berkelanjutan sepanjang tahun 2026,” pungkasnya.

sumber : Kemenperin RI