Jakarta, PR Politik – Memasuki hari ketiga pascainsiden kebakaran hebat yang menimpa KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sebanyak 62 korban berhasil dievakuasi dari kawasan Masalembu menuju Surabaya. Dengan tambahan tersebut, seluruh manifes yang terdiri dari 238 orang—mencakup penumpang dan awak kapal—telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menelan korban jiwa ini, sembari memastikan hadirnya negara dalam penanganan dampak insiden.
“Atas nama pemerintah, kami kembali menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang. Dengan rasa duka yang mendalam, terdapat lima korban yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (4/8).
Pemerintah melalui PT Jasa Raharja memastikan jaminan perlindungan penuh bagi seluruh korban, mulai dari pembiayaan perawatan medis hingga pengucuran santunan. Kementerian Perhubungan juga menjalin koordinasi bersama maskapai penerbangan dan instansi terkait guna memfasilitasi proses pemulangan jenazah ke daerah asal tanpa membebani pihak keluarga.
Sementara itu, di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, memaparkan bahwa pengerahan armada sekitar lokasi sangat membantu percepatan evakuasi. Dari hasil pendataan darurat, kru kapal terbukti telah menjalankan prosedur operasional standar (SOP) dengan mengarahkan penumpang berkumpul di anjungan dan mengenakan jaket keselamatan sebelum melompat meninggalkan kapal.
“Atas dasar itu, operasi SAR khusus dalam penanganan kedaruratan KMP Mutiara Sentosa II secara resmi kami alihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan yang dikendalikan oleh Kantor SAR Surabaya. Meski demikian, operasi rutin tetap difokuskan di perairan sekitar lokasi kejadian dan kami tetap membuka posko pengaduan apabila terdapat laporan baru dari masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tragedi ini menjadi momentum evaluasi mendasar guna memperketat sistem keselamatan transportasi maritim, termasuk memproses temuan ranah hukum.
“Yang terjadi sekarang ini akan menjadi bahan evaluasi agar hal-hal serupa tidak terjadi lagi. Bila ditemukan dugaan tindak pidana, akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Guna mengungkap penyebab utama pemicu kebakaran, Kemenhub mendukung penuh investigasi independen yang tengah dijalankan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Di sisi lain, tindakan tegas di level regulator langsung diambil oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
“Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi sehingga diharapkan kejadian serupa tidak akan terjadi di kemudian hari,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, yang mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan terhadap operator KMP Mutiara Sentosa II guna menjalani audit komprehensif atas sistem manajemen keselamatan pelayaran.
sumber : Kemenhub















