Medan, PR Politik – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Banggar DPR RI, Wihadi Wijanto, melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) pada Rabu (12/11/2025). Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas ekonomi jelang akhir tahun, khususnya terkait pengendalian inflasi serta daya beli masyarakat yang menjadi perhatian utama Banggar.
“Kami ingin mengetahui kondisi perekonomian di Sumatera Utara, termasuk tren inflasi dan daya beli masyarakat dalam beberapa bulan terakhir. Sebab, sebagai provinsi yang kaya sumber daya alam, daya beli masyarakat harus tetap terjaga,” ujar Wihadi.
Banggar DPR RI menilai pengendalian inflasi di Sumatera Utara perlu terus diperkuat agar tidak menekan konsumsi masyarakat, mengingat Sumut merupakan salah satu pusat ekonomi utama di wilayah barat Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu turut menjadi fokus pembahasan, termasuk pengendalian harga pangan, sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta pemantauan pasokan bahan pokok.
Pada kesempatan yang sama, Banggar DPR RI juga menegaskan perlunya perhatian khusus dari pemerintah pusat terhadap pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Wihadi menyampaikan bahwa isu 3T harus menjadi prioritas dalam perencanaan anggaran jangka panjang.
“Nantinya ke depan 2027 dalam penyusunan anggaran nanti kita dengan Kementerian Keuangan akan sama-sama kita akan coba daerah 3T ini memang harus ada perhatian khusus, pembangunan di daerah 3T akan kita perhatikan dan dalam pembahasan-pembahasan nanti kita harapkan bahwa kepentingan dari daerah 3T itu akan menjadi prioritas kita,” jelas Wihadi Wijanto.
Melalui kunjungan ini, Banggar DPR RI berharap kolaborasi antara Pemprov Sumut, BI, dan DPR RI semakin solid sehingga pengendalian inflasi dapat berjalan lebih efektif, daya beli masyarakat tetap terjaga, serta arah kebijakan anggaran ke depan mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat—baik di daerah pusat pertumbuhan seperti Sumatera Utara maupun wilayah 3T.















