Jakarta, PR Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama hilirisasi industri agro di kancah global. Langkah ini dibuktikan dengan pelepasan ekspor perdana produk olahan kakao dan cokelat ke Prancis yang dilakukan oleh PT Adore Rempah Indonesia (Adore) pada Sabtu (18/4).
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata bahwa industri pengolahan dalam negeri telah mampu menghasilkan produk dengan nilai tambah yang kompetitif di pasar internasional yang ketat.
“Pelepasan ekspor perdana ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar produk kakao dan cokelat Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa industri pengolahan dalam negeri mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing tinggi di pasar global,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/4).
Keberhasilan menembus pasar Prancis mencerminkan peningkatan standar mutu industri nasional. PT Adore Rempah Indonesia, yang sebelumnya fokus pada komoditas vanili, mulai mengekspansi unit pengolahan kakaonya pada 2025. Perusahaan ini mencatatkan pertumbuhan luar biasa dengan skala usaha yang meningkat hampir dua kali lipat setiap tahunnya sejak 2023.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menekankan bahwa jenis produk yang diekspor memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi bagi devisa negara.
“Ekspor cocoa butter dan white chocolate ke pasar Prancis ini menunjukkan bahwa industri pengolahan kakao Indonesia semakin mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan berdaya saing global. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memacu hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” jelasnya.
Hilirisasi ini tidak hanya menyasar angka ekspor semata, tetapi juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi bagi sektor hulu. Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar, Merrijantij Punguan Pintaria, menyebutkan bahwa keterpaduan rantai pasok sangat krusial untuk kesejahteraan petani.
“Kami terus mendorong keterpaduan antara sektor hulu dan hilir agar tercipta rantai pasok yang berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, termasuk peningkatan kesejahteraan petani kakao,” ungkapnya.
Dengan mengusung semangat “from local cacao farmers to the chef’s choice”, industri pengolahan kakao nasional kini berperan sebagai jembatan yang menghubungkan hasil peluh petani lokal dengan kebutuhan profesional kuliner dan pastry chef di Eropa.
Kemenperin berharap keberhasilan Adore dapat menginspirasi pelaku industri agro lainnya untuk terus melakukan inovasi dan perluasan pasar. Pemerintah berkomitmen akan terus memberikan fasilitasi dan penguatan ekosistem industri guna memastikan produk olahan kakao Indonesia semakin mendominasi pasar dunia.
sumber : Kemenperin RI















