Jakarta, PR Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak angkatan kerja kompeten yang mampu bersaing di kancah nasional maupun global. Langkah ini mempertegas posisi pendidikan vokasi industri sebagai salah satu prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa penguatan pendidikan vokasi merupakan instruksi langsung dari Kepala Negara sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri.
“Bapak Presiden menekankan bahwa pendidikan vokasi harus menjadi prioritas nasional agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun pasar global,” ujarnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (20/4).
Saat ini, Kemenperin mengelola 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK vokasi industri yang dirancang dengan keterkaitan erat (link and match) terhadap kebutuhan dunia usaha. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Doddy Rahadi, mengungkapkan bahwa kualitas lulusan vokasi binaan Kemenperin sangat diminati oleh pasar.
“Tingkat serapan lulusan ke industri pada tahun 2025 mencapai 68 persen sesaat setelah lulus, dan diproyeksikan mencapai 100 persen dalam waktu enam bulan setelah kelulusan,” ungkap Doddy.
Keberhasilan serapan kerja ini berbanding lurus dengan melonjaknya minat masyarakat. Data Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) tahun 2025 mencatat total pendaftar menembus angka 111,6 ribu orang, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berkisar 83,5 ribu pendaftar.
Guna menjawab antusiasme tersebut, Kemenperin kembali membuka seleksi JARVIS tahun 2026. Program ini menjadi pintu gerbang bagi calon mahasiswa dan siswa untuk menempuh pendidikan vokasi di bawah naungan Kemenperin tanpa dipungut biaya pendaftaran.
Terdapat tiga jalur utama dalam seleksi ini:
-
JARVIS Bersama: Pendaftaran daring terpadu serentak.
-
JARVIS Mandiri: Dikelola secara internal oleh unit pendidikan masing-masing.
-
JARVIS Prestasi: Jalur khusus bagi siswa berprestasi.
“JARVIS Kemenperin merupakan sistem penerimaan peserta didik dan mahasiswa baru bagi politeknik, akademi komunitas, dan SMK di bawah naungan Kemenperin,” jelasnya.
Bagi masyarakat yang berminat, pendaftaran JARVIS Bersama dilakukan secara daring melalui situs resmi jarvis.kemenperin.go.id dengan rincian jadwal sebagai berikut:
-
Politeknik & Akademi Komunitas: 6 April – 5 Juni 2026.
-
SMK Vokasi Industri: 6 April – 15 Mei 2026.
Kemenperin menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran tidak dipungut biaya, sementara biaya pendidikan selama masa studi akan menyesuaikan dengan kebijakan internal masing-masing unit pendidikan tujuan. Melalui JARVIS 2026, pemerintah berharap dapat menjaring talenta terbaik untuk mendukung transformasi industri tanah air menuju visi Indonesia Maju.
sumber : Kemenperin RI















