Sidoarjo, PR Politik – Upaya pemerintah dalam mengejar swasembada pangan nasional mendapat apresiasi positif dari kalangan akademisi dan mahasiswa. Hal ini mencuat usai kunjungan lapangan ke gudang Perum Bulog Sidoarjo bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, yang menunjukkan kondisi stok beras melimpah serta tingginya aktivitas penyerapan gabah petani.
Ketua Pusat Studi SDGs Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Nuning Roadiah, menyatakan bahwa fakta di lapangan memperkuat optimisme terhadap kinerja Kementerian Pertanian dan Bulog dalam menjaga ketahanan pangan.
“Berdasarkan pengamatan kami, setelah kami diajak masuk ke gudang Bulog. Kami sangat mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian dan juga Bulog, yang ternyata, kami tahu persis di gudang Bulog sekarang penuh dan optimisme kami sebagai masyarakat dan sebagai akademisi, bahwa program swasembada pangan ini benar-benar terwujud,” ujarnya, Minggu (19/4).
Nuning menyoroti dinamika di gudang Bulog yang terus bergerak aktif dengan antrean truk pengangkut beras sebagai bukti nyata masifnya penyerapan hasil panen. Selain ketersediaan stok, ia menilai program ini berdampak langsung pada kesejahteraan petani melalui harga jual gabah yang lebih kompetitif.
“Khususnya petani, hari ini mendapat harga gabah yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa sinergi pemerintah telah memberikan “garansi” rasa aman bagi masyarakat terkait kedaulatan pangan mandiri.
Senada dengan akademisi, Presiden BEM Polbangtan Malang, Muhammad Siril Aufa, memandang swasembada pangan bukan sekadar program kerja, melainkan sebuah indikator kedaulatan negara dan nilai perjuangan bangsa.
“Swasembada pangan ini merupakan sebuah indikator pencapaian yang menggambarkan bahwa negara Indonesia bisa mencapai sebuah kedaulatan pangan mandiri. Swasembada pangan merupakan sebuah nilai juang. Bukan cuma sebuah program atau sebuah capaian, tapi sebuah nilai juang,” tegasnya.
Ia memuji stok beras nasional yang sangat memuaskan sebagai hasil kerja keras kolektif antara Kementerian Pertanian dengan seluruh petani tanaman pangan di Indonesia.
Keterlibatan generasi muda dalam mendukung agenda nasional ini juga terlihat melalui peran mahasiswa Polbangtan se-Indonesia yang diterjunkan langsung ke lapangan. Mahasiswa Polbangtan Malang, Danang Pramudya, menjelaskan bahwa mereka bertugas sebagai “Brigade Pangan” atau petani milenial.
“Alhamdulillah kami mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian se-Indonesia telah ditugaskan ke beberapa titik swasembada pangan, yaitu sebagai brigade pangan atau petani milenial, di mana mahasiswa ini menjadi pendamping petani dalam swasembada pangan,” ungkapnya.
Para mahasiswa ini telah dikirim ke wilayah strategis seperti Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah untuk memperkuat implementasi program di lapangan. Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan generasi muda, Indonesia optimistis kedaulatan pangan nasional dapat terjaga secara berkelanjutan.
sumber : Kementan RI















